Beasiswa prasejahtera masih menjadi salah satu jalur penting bagi masyarakat dengan keterbatasan ekonomi yang ingin melanjutkan pendidikan melalui LPDP. Namun, struktur program 2026 berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kriteria prasejahtera kini berada di dalam kelompok pendaftar afirmasi pada program Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE.
Pendaftar tidak cukup hanya memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu. LPDP menetapkan bahwa status prasejahtera diverifikasi melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN menggunakan NIK dan nomor Kartu Keluarga. Pendaftar harus aktif sebagai penerima atau menjadi anggota keluarga penerima PKH, BPNT, dan/atau PBI sesuai data yang terhubung dengan sistem pendaftaran LPDP.
Beasiswa Prasejahtera 2026 Tidak Lagi Berdiri Sebagai Program Terpisah
Pada kebijakan LPDP 2026, istilah prasejahtera digunakan sebagai kriteria pendaftar afirmasi.
Kriteria tersebut tersedia pada dua kelompok program utama, yaitu:
- Beasiswa STEM Industri Strategis;
- Beasiswa SHARE.
Keduanya menerima pendaftar kriteria umum, CPNS/PNS/TNI/POLRI, serta kelompok afirmasi seperti Putra Putri Papua, Daerah Afirmasi, Prasejahtera, dan Penyandang Disabilitas.
Artinya, calon peserta terlebih dahulu perlu menentukan bidang studi yang sesuai dengan STEM Industri Strategis atau SHARE, kemudian memilih kategori afirmasi Prasejahtera apabila memenuhi ketentuannya.
Baca juga: LPDP Afirmasi Prasejahtera 2026 Buka Peluang Besar Beasiswa Penuh
Siapa yang Termasuk Pendaftar Prasejahtera?

LPDP tidak menetapkan kategori ini hanya berdasarkan penghasilan orang tua atau surat keterangan dari kelurahan.
Pada saat mendaftar, peserta harus:
- terdaftar dan aktif sebagai penerima PKH, BPNT, dan/atau PBI; atau
- menjadi anggota dalam Kartu Keluarga penerima bantuan tersebut;
- datanya tercatat dalam DTSEN Kementerian Sosial;
- mempunyai NIK dan nomor KK yang dapat diverifikasi melalui aplikasi LPDP.
Pendaftar juga harus tercantum pada Kartu Keluarga kepala keluarga penerima PKH, BPNT, dan/atau PBI.
Karena verifikasi dilakukan melalui sistem, peserta tidak sebaiknya menunggu mendekati deadline untuk memastikan status datanya.
Ada Prioritas untuk Anggota Keluarga Tertentu
LPDP memberikan perhatian khusus kepada pendaftar yang berasal dari keluarga dengan akses pendidikan tinggi yang terbatas.
Pendaftar diutamakan apabila merupakan:
- orang pertama dan satu-satunya di keluarganya yang memperoleh gelar S1; atau
- orang pertama dan satu-satunya di keluarganya yang mengejar gelar Magister.
Kondisi tersebut dapat dibuktikan melalui Kartu Keluarga serta surat pernyataan bermaterai Rp10.000. LPDP menegaskan bahwa posisi pendaftar yang dimaksud adalah sebagai anak dalam keluarga, bukan sebagai ayah, ibu, suami, atau istri.
Ketentuan ini bersifat prioritas, sehingga calon peserta tetap harus memenuhi persyaratan utama lainnya.
Batas Usia dan IPK Beasiswa Prasejahtera
Untuk pendaftar kriteria afirmasi Prasejahtera pada program 2026, batas usia maksimal adalah:
42 tahun per 31 Desember pada tahun pendaftaran.
Selain itu, pendaftar harus memiliki:
IPK minimal 3,00 dari skala 4,00 atau setara.
Nilai tersebut harus dibuktikan dengan transkrip nilai asli atau salinan yang telah dilegalisasi.
Ketentuan usia dan IPK ini penting diperiksa sejak awal karena menjadi bagian dari persyaratan khusus kategori Prasejahtera.
Apakah Harus Punya TOEFL atau IELTS?
Persyaratan kemampuan bahasa berbeda antara tujuan studi dalam negeri dan luar negeri.
Untuk pendaftar tujuan dalam negeri, kriteria Prasejahtera tidak dipersyaratkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris sesuai ketentuan khusus 2026.
Sementara peserta yang memilih perguruan tinggi luar negeri perlu mengunggah sertifikat bahasa Inggris yang masih berlaku. LPDP menerima beberapa jenis tes seperti TOEFL, IELTS, PTE Academic, Duolingo English Test, dan TOEP sesuai batas nilai yang ditetapkan.
Untuk Magister luar negeri, ketentuan yang tercantum antara lain TOEFL iBT minimal 61, PTE Academic 50, IELTS 6.0, Duolingo 95, atau skor setara dari tes yang diterima LPDP.
Pendaftar luar negeri yang sudah mempunyai LoA Unconditional sesuai ketentuan LPDP tidak wajib mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris.
Baca juga: Syarat S2 LPDP Dalam Negeri 2026: Usia, IPK, Bahasa Inggris, dan Dokumen Pendaftaran
Benefit yang Bisa Diterima
Pendaftar afirmasi Prasejahtera pada skema pendanaan penuh dapat memperoleh komponen dana pendidikan dan dana pendukung sesuai program yang dipilih.
Komponen dana pendidikan meliputi:
- biaya pendaftaran;
- SPP, tuition fee, atau UKT;
- tunjangan buku;
- dana penelitian tesis atau disertasi;
- seminar internasional;
- publikasi jurnal internasional.
Sementara dana pendukung dapat mencakup:
- transportasi;
- aplikasi visa;
- asuransi kesehatan;
- dana kedatangan;
- biaya hidup bulanan;
- lomba internasional;
- dana keadaan darurat sesuai ketentuan.
Komponen tersebut tercantum baik pada Beasiswa SHARE maupun STEM Industri Strategis.
Dengan cakupan tersebut, dukungan LPDP tidak berhenti pada pembayaran biaya kuliah saja.
Dokumen Tambahan untuk Kriteria Prasejahtera

Selain dokumen utama LPDP, pendaftar kategori ini perlu memperhatikan dokumen khusus.
Dokumen tambahan meliputi:
- Kartu Keluarga;
- proses verifikasi penerima bansos aktif di DTSEN melalui NIK dan nomor KK pada aplikasi pendaftaran;
- surat pernyataan bermaterai Rp10.000 apabila termasuk anggota keluarga pertama dan satu-satunya yang memperoleh gelar S1 atau mengejar Magister.
Verifikasi status bansos dilakukan secara langsung melalui formulir daring LPDP.
Karena itu, surat keterangan tidak mampu saja tidak dapat digunakan untuk menggantikan persyaratan utama DTSEN.
Jadwal Seleksi LPDP Tahap 2 Tahun 2026
Pendaftaran LPDP Tahap 2 telah ditutup, tetapi proses seleksi masih berlangsung.
Berikut jadwal resminya:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran | <td|
| Seleksi Administrasi | 3–27 Agustus 2026 |
| Pengumuman Hasil Administrasi | 28 Agustus 2026 |
| Pengajuan Sanggah | 29 Agustus–1 September 2026 |
| Pengumuman Hasil Sanggah | 22 September 2026 |
| Simulasi Seleksi Bakat Skolastik | 27–28 September 2026 |
| Seleksi Bakat Skolastik | 29 September–4 Oktober 2026 |
| Pengumuman Hasil SBS | 9 Oktober 2026 |
| Seleksi Substansi | 14 Oktober–20 November 2026 |
| Pengumuman Hasil Substansi | 30 November 2026 |
| Perkuliahan Paling Cepat | Januari 2027 |
Jadwal tersebut merupakan jadwal LPDP Tahap 2 tahun 2026.
Per 17 September 2026, peserta sedang menunggu pengumuman hasil sanggah pada 22 September 2026.
Setelah itu, peserta yang harus mengikuti Seleksi Bakat Skolastik akan menjalani simulasi pada 27–28 September dan tes pada 29 September–4 Oktober.
Apakah Pendaftar Prasejahtera Tetap Mengikuti TBS?
Ya, pada struktur seleksi 2026, pendaftar kriteria Prasejahtera pada STEM Industri Strategis maupun SHARE mengikuti alur seleksi berupa:
Seleksi Administrasi → Seleksi Bakat Skolastik → Seleksi Substansi
Ketentuan pengecualian TBS pada Tahap 2 diberikan kepada kategori tertentu sesuai program.
Pada informasi LPDP 2026, pendaftar STEM Industri Strategis atau SHARE yang memiliki LoA Unconditional sesuai ketentuan dapat langsung menuju Seleksi Substansi. Pendaftar afirmasi Penyandang Disabilitas juga mendapatkan ketentuan khusus tanpa SBS.
Jadi, calon peserta harus membaca ketentuan program masing-masing dan tidak menggunakan aturan LPDP tahun lama sebagai satu-satunya acuan.
Tidak Ada Tahapan LGD yang Dicantumkan pada Jadwal 2026
Artikel lama sering menggambarkan seleksi LPDP sebagai administrasi, TBS, esai, wawancara, dan LGD.
Pada jadwal resmi LPDP 2026, tahapan yang dicantumkan adalah:
- Seleksi Administrasi;
- Seleksi Bakat Skolastik;
- Seleksi Substansi.
LPDP tidak mencantumkan LGD sebagai tahapan tersendiri dalam kalender seleksi 2026.
Karena itu, artikel mengenai Beasiswa Prasejahtera sebaiknya tidak menulis LGD sebagai tahap resmi apabila tidak ada keterangan terbaru dari LPDP.
Mini FAQ
Apakah pengalaman kerja wajib untuk beasiswa prasejahtera?
Pengalaman kerja tidak selalu wajib, tetapi kegiatan sosial atau organisasi sangat dianjurkan sebagai nilai tambah.
Bagaimana jika tidak lancar dalam wawancara, apakah bisa lolos?
Kemampuan komunikasi penting, namun kejujuran dan motivasi yang kuat juga bisa jadi nilai plus. Latihan dan persiapan bisa membantu meningkatkan kemampuanmu.
Bolehkah menggunakan template esai yang sudah ada?
Sebaiknya tidak. Esai yang personal dan autentik lebih dihargai daripada yang terkesan dipaksakan atau terlalu generik.
Apakah nilai tes skolastik bisa diulang jika tidak memuaskan?
Biasanya tes hanya sekali per periode seleksi. Persiapan matang sebelum tes sangat dianjurkan.
Bagaimana cara membuktikan status prasejahtera saat pendaftaran?
Gunakan surat keterangan dari instansi resmi seperti kelurahan atau dinas sosial yang mengonfirmasi status sosial ekonomi keluarga.
Ringkasan
Beasiswa prasejahtera LPDP memberikan peluang luar biasa bagi calon mahasiswa dari latar belakang ekonomi terbatas untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan dukungan dana penuh. Meski demikian, seleksi yang ketat mengharuskan persiapan menyeluruh mulai dari pendaftaran, tes bakat skolastik, penyusunan esai, wawancara, hingga pemberkasan.
Dengan memahami setiap tahapan, aspek penilaian, dan menggunakan strategi yang tepat, kamu dapat meningkatkan peluang lolos beasiswa prasejahtera ini. Jangan lupa manfaatkan sumber belajar berkualitas seperti platform JadiBeasiswa untuk mendukung persiapanmu. Semoga panduan ini membantu mewujudkan impianmu meraih beasiswa LPDP.




