Beasiswa DAAD adalah pendanaan studi dari Deutscher Akademischer Austauschdienst, lembaga pertukaran akademik Jerman. Lembaga ini membiayai mahasiswa internasional untuk kuliah S2 dan riset doktoral di Jerman. Pelamar dari Indonesia termasuk dalam sasaran sejumlah programnya.
Setiap program punya syarat, tunjangan, dan alur pendaftaran yang berbeda. Karena itu, pelamar perlu mengecek detail program sebelum mengajukan berkas. Berikut rangkuman beasiswa DAAD untuk pelamar Indonesia berdasarkan informasi resmi DAAD.
Program Beasiswa DAAD yang Terbuka untuk Indonesia

DAAD Indonesia mencantumkan beberapa program untuk pelamar asal Indonesia. Berikut program utamanya:
- Study Scholarships for STEM disciplines. Beasiswa S2 untuk bidang matematika, ilmu komputer, ilmu alam, dan teknik.
- Research Grants – Doctoral Programmes in Germany. Beasiswa riset S3 di Jerman.
- Development-Related Postgraduate Courses (EPOS). Beasiswa S2 atau S3 di jurusan pilihan yang berkaitan dengan pembangunan.
- Program bidang seni dan arsitektur. Ada program khusus Architecture, Performing Arts, Fine Art, dan Music.
- Helmut-Schmidt-Programme (PPGG). Beasiswa S2 untuk lulusan ilmu sosial, ilmu politik, hukum, dan ekonomi.
Perlu dicatat, program “Master Studies for All Academic Disciplines” tidak memuat Indonesia dalam daftar negara di basis data DAAD. Menurut DAAD, pelamar dari negara yang tidak tercantum tidak bisa mendaftar program tersebut.
Baca juga: Beasiswa LPDP 2027 Belum Muncul, Tapi Angkanya Bikin Ngiler
Syarat Beasiswa DAAD Tiap Program

Syarat beasiswa DAAD berbeda untuk setiap program. Untuk S2 bidang STEM, pelamar wajib sudah lulus S1 yang diakui di Jerman paling lambat saat tenggat pendaftaran. Sebaliknya, pelamar yang sudah memegang gelar S2 tidak bisa mendaftar. Selain itu, jurusan tujuannya harus program master tanpa biaya kuliah. Kemampuan bahasa Jerman minimal juga berlaku, yaitu level B1.
Untuk S3, pelamar perlu punya kualifikasi di atas rata-rata dan gelar S2. Ijazah terakhir sebaiknya terbit maksimal enam tahun sebelum tenggat. Jika sudah memulai doktoral, waktunya tidak boleh lebih dari tiga tahun.
Sementara itu, EPOS menyasar lulusan dengan pengalaman kerja minimal dua tahun di negara berkembang. Nilai akademiknya harus jauh di atas rata-rata, yaitu sepertiga teratas. Indonesia termasuk dalam daftar negara berkembang DAC yang berlaku untuk EPOS.
Untuk jurusan berbahasa Inggris, EPOS meminta IELTS atau TOEFL. TOEFL institusional tidak diterima. Untuk semua program, sertifikat bahasa sebaiknya tidak lebih dari tiga tahun saat mendaftar.
Besaran Tunjangan Beasiswa DAAD
Tunjangan beasiswa DAAD terbilang besar. Berikut rinciannya menurut basis data resmi DAAD:
| Komponen | S2 (STEM) | S3 (Research Grants) |
|---|---|---|
| Tunjangan bulanan | 992 euro | 1.400 euro |
| Tunjangan studi/riset tahunan | 460 euro | 460 euro |
| Durasi pendanaan | 10–24 bulan | Maksimal 4 tahun |
Di luar itu, penerima mendapat asuransi kesehatan, kecelakaan, dan tanggung jawab pribadi. Tunjangan perjalanan juga tersedia, tetapi hanya jika penerima mengajukannya. Dalam kondisi tertentu, DAAD juga memberi subsidi sewa dan tunjangan keluarga.
Untuk EPOS, tunjangannya 992 euro bagi lulusan S1 dan 1.400 euro bagi kandidat doktor. Durasinya 12 sampai 42 bulan, tergantung program studi.
Namun, DAAD tidak menanggung biaya kuliah. Itulah sebabnya program STEM mensyaratkan jurusan master yang bebas biaya kuliah.
Baca juga: Mau Kuliah Dibiayai? Gas Cek Beasiswa Unggulan 2026
Jadwal Beasiswa DAAD 2027/2028
Untuk periode 2027/2028, pendanaan dimulai pada 2027. Biasanya, masa beasiswa berjalan mulai 1 Oktober 2027. Pendaftarannya dibuka sejak 1 Juni hingga tenggat yang tercantum di halaman tiap program.
Tahun ini, DAAD Indonesia sempat memperpanjang tenggat beberapa program hingga 28 Oktober 2026. Penyebabnya adalah gangguan teknis pada situs DAAD. Artinya, tenggat program tersebut sudah lewat.
Khusus EPOS, tenggatnya mengikuti jurusan masing-masing. Daftar resmi DAAD untuk intake 2027/2028 memuat 25 jurusan. Contohnya, MSc Development Economics di Universitas Göttingen dan Global Health di Universitas Bonn. Pelamar perlu mengecek tenggat di situs jurusan tujuan.
Menurut DAAD, jadwal pendaftaran diperbarui setiap kuartal kedua. Biasanya, periodenya sama dengan tahun sebelumnya. Jadi, peminat periode 2028/2029 bisa memantau pembukaan mulai pertengahan 2027.
Dokumen dan Alur Pengajuan
Program S2 STEM dan S3 memakai DAAD Portal. Pelamar mengisi formulir online, lalu mengunggah dokumen. Untuk S2 STEM, dokumennya meliputi:
- CV maksimal tiga halaman.
- Surat motivasi satu sampai tiga halaman.
- Formulir pilihan program master, maksimal lima program.
- Transkrip dan ijazah.
- Sertifikat bahasa minimal B1.
- Surat rekomendasi dengan formulir DAAD.
- Salinan paspor atau identitas.
Untuk S3, pelamar juga menyiapkan proposal riset maksimal 10 halaman. Selain itu, ada konfirmasi pembimbing, jadwal riset, dan daftar publikasi jika ada.
Alur EPOS sedikit berbeda. Pelamar mengirim berkas langsung ke jurusan tujuan, maksimal tiga jurusan. Setelah itu, jurusan merekomendasikan kandidat ke DAAD. DAAD Portal baru digunakan jika pelamar mendapat rekomendasi. Dokumennya mencakup CV format Europass, surat rekomendasi atasan, dan surat keterangan kerja minimal dua tahun.
Baca juga: Tanoto Foundation Beasiswa Lagi Panas, Kuliah Gratis Plus Uang Saku Beneran?
Mini FAQ
Berapa tunjangan bulanan beasiswa DAAD?
Untuk S2, tunjangannya 992 euro per bulan. Untuk S3 Research Grants, tunjangannya 1.400 euro per bulan. Ada juga tunjangan studi atau riset 460 euro per tahun.
Beasiswa DAAD menanggung biaya kuliah?
Tidak. DAAD tidak membayar biaya kuliah. Karena itu, program S2 STEM mensyaratkan jurusan master tanpa biaya kuliah.
Pelamar Indonesia bisa ikut EPOS?
Bisa. Indonesia termasuk dalam daftar negara berkembang DAC untuk EPOS. Pelamar perlu pengalaman kerja minimal dua tahun.
Pendaftaran beasiswa DAAD 2027/2028 masih buka?
Untuk sejumlah program, tenggatnya sudah diperpanjang hingga 28 Oktober 2026 dan kini sudah lewat. Tenggat EPOS mengikuti situs tiap jurusan.
Lewat mana pendaftaran beasiswa DAAD?
Program S2 STEM dan S3 memakai DAAD Portal. Untuk EPOS, berkas dikirim langsung ke jurusan tujuan terlebih dahulu.
Ringkasan
Beasiswa DAAD membiayai studi S2 dan S3 di Jerman bagi pelamar internasional, termasuk Indonesia. Program yang terbuka untuk Indonesia antara lain S2 STEM, Research Grants S3, EPOS, program seni dan arsitektur, serta Helmut-Schmidt-Programme.
Tunjangannya 992 euro per bulan untuk S2 dan 1.400 euro untuk S3, plus asuransi dan tunjangan studi tahunan. DAAD tidak menanggung biaya kuliah. Untuk periode 2027/2028, tenggat sejumlah program sudah lewat pada 28 Oktober 2026, sedangkan tenggat EPOS mengikuti jurusan masing-masing.
Sumber Referensi
- DAAD Indonesia, DAAD Scholarships for Indonesia: daad-indonesia.org
- DAAD Scholarship Database, Study Scholarships for STEM Disciplines: daad.de




