Tes bakat skolastik contoh soal banyak dicari karena jenis tes ini tidak hanya berkaitan dengan hitungan, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengenali hubungan, menarik kesimpulan, dan menyelesaikan persoalan secara logis. Pusat Asesmen Pendidikan menjelaskan bahwa Tes Bakat Skolastik (TBS) dapat mengukur kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, pemecahan masalah, serta kecukupan data.
Dalam konteks seleksi LPDP 2026, istilah yang digunakan secara resmi adalah Seleksi Bakat Skolastik (SBS). Untuk Tahap 2 2026, pelaksanaannya berlangsung pada 29 September–4 Oktober 2026 dan hasilnya dijadwalkan diumumkan 9 Oktober 2026. LPDP tidak mencantumkan rincian jumlah soal atau komposisi setiap subtes pada halaman jadwal publik, sehingga contoh di bawah digunakan sebagai gambaran kemampuan yang perlu dipahami, bukan soal resmi LPDP.
Kemampuan yang Diukur dalam Tes Bakat Skolastik
Secara umum, TBS dirancang untuk memberikan gambaran mengenai potensi belajar dan kemampuan kognitif seseorang. Pusat Asesmen Pendidikan mencantumkan lima aspek yang dapat diukur, yaitu verbal, kuantitatif, penalaran, problem solving, dan kecukupan data.
Untuk kebutuhan membaca contoh soal, kelima aspek tersebut dapat dipahami melalui karakter berikut:
- Verbal menguji kemampuan memahami kata, bahasa, hubungan antarkata, atau informasi tertulis.
- Kuantitatif berkaitan dengan aritmetika, aljabar dasar, angka, perbandingan, dan pengolahan informasi numerik.
- Penalaran menilai kemampuan menghubungkan informasi dan menarik kesimpulan secara logis.
- Problem solving menguji kemampuan menentukan penyelesaian berdasarkan kondisi atau informasi yang tersedia.
- Kecukupan data berkaitan dengan kemampuan menilai apakah informasi yang diberikan sudah cukup untuk menjawab sebuah pertanyaan.
Khusus untuk LPDP 2026, pengelompokan tersebut tidak boleh langsung dianggap sebagai pembagian subtes resmi. LPDP memang mencantumkan Seleksi Bakat Skolastik sebagai salah satu tahap seleksi, tetapi halaman publik tahun 2026 tidak memuat blueprint lengkap mengenai jumlah soal dan komposisi setiap jenis soal.
Baca juga Jangan Kaget! Tes Bakat Skolastik LPDP Terdiri dari Apa Saja?
Tes Bakat Skolastik Contoh Soal

Contoh berikut dibuat khusus sebagai ilustrasi untuk membantu memahami pola penalaran. Soal ini bukan soal resmi LPDP, bukan bocoran, dan tidak diklaim akan muncul dalam Seleksi Bakat Skolastik 2026.
.tbs-container { max-width: 800px; margin: 25px auto; font-family: Arial, sans-serif; } .tbs-note { background: #fff4e8; border-left: 5px solid #f57c00; padding: 15px 17px; margin-bottom: 25px; border-radius: 7px; line-height: 1.6; } .tbs-card { border: 1px solid #f3c48b; border-radius: 10px; margin-bottom: 20px; overflow: hidden; background: #ffffff; box-shadow: 0 3px 10px rgba(245,124,0,0.08); } .tbs-title { background: #f57c00; color: #ffffff; padding: 12px 17px; font-size: 17px; font-weight: bold; } .tbs-content { padding: 17px; line-height: 1.7; } .tbs-question { font-weight: bold; margin-bottom: 12px; } .tbs-options { padding-left: 22px; margin: 10px 0 17px; } .tbs-options li { margin-bottom: 6px; } .tbs-answer { background: #fff8f0; border-left: 4px solid #f57c00; border-radius: 6px; padding: 12px 14px; } .tbs-answer strong { color: #e65100; } @media (max-width: 600px) { .tbs-content { padding: 14px; } .tbs-title { font-size: 16px; } }- Tambahan
- Mendasar
- Sementara
- Pelengkap
Fundamental berarti bersifat pokok, utama, atau mendasar.
- Nyata
- Jelas
- Abstrak
- Terukur
Konkret merujuk pada sesuatu yang nyata atau dapat diamati, sedangkan abstrak bersifat tidak berwujud atau konseptual.
- Menulis
- Mendengar
- Menggambar
- Menghitung
Buku berkaitan dengan aktivitas membaca, sedangkan musik berkaitan dengan aktivitas mendengar.
- Sekolah
- Buku
- Siswa
- Kelas
Dokter memberikan pelayanan kepada pasien, sedangkan guru memberikan pembelajaran kepada siswa.
- Boros
- Tepat guna
- Lambat
- Berlebihan
Efisien berarti menggunakan sumber daya secara tepat untuk memperoleh hasil yang optimal.
- Rp66.000
- Rp68.000
- Rp70.000
- Rp72.000
Diskon = 15% × Rp80.000 = Rp12.000.
Harga akhir = Rp80.000 – Rp12.000 = Rp68.000.
- Rp100.000
- Rp110.000
- Rp120.000
- Rp125.000
Harga satu buku = Rp45.000 ÷ 3 = Rp15.000. Jadi, 8 buku = 8 × Rp15.000 = Rp120.000.
- 78
- 80
- 82
- 85
Jumlah seluruh nilai = 400. Kemudian 400 ÷ 5 = 80.
- 36
- 42
- 48
- 54
Setiap angka dikalikan 2. Jadi, 24 × 2 = 48.
- 16 orang
- 20 orang
- 24 orang
- 28 orang
Total bagian = 2 + 3 = 5. Satu bagian = 40 ÷ 5 = 8. Jumlah perempuan = 3 × 8 = 24 orang.
- Rina tidak mengikuti seminar
- Rina mungkin mengikuti seminar
- Rina mengikuti seminar
- Rina menjadi panitia seminar
Rina merupakan anggota kelompok A, sedangkan seluruh anggota kelompok A mengikuti seminar.
- Dika tidak memiliki prestasi akademik
- Dika memiliki prestasi akademik
- Dika pasti menjadi ketua kelas
- Dika tidak mengikuti kuliah
Berdasarkan premis, seluruh penerima beasiswa memiliki prestasi akademik. Dika termasuk penerima beasiswa.
- Sinta – Raka – Dina
- Dina – Raka – Sinta
- Raka – Dina – Sinta
- Sinta – Dina – Raka
Dina berada di kiri Raka, sedangkan Raka berada di kiri Sinta.
- Rabu
- Kamis
- Jumat
- Sabtu
Tujuh hari setelah Senin adalah Senin. Tiga hari berikutnya adalah Kamis. Jadi, hari ke-10 setelah Senin adalah Kamis.
- Rp2.000.000
- Rp2.500.000
- Rp3.000.000
- Rp3.500.000
Dana yang digunakan = 35% + 25% + 15% = 75%. Sisa dana = 25% × Rp12.000.000 = Rp3.000.000.
- 5 hari
- 6 hari
- 7 hari
- 8 hari
Beban pekerjaan = 8 × 9 = 72 hari-orang. Waktu untuk 12 pekerja = 72 ÷ 12 = 6 hari.
(1) x + 5 = 12
(2) x adalah bilangan positif
- Pernyataan (1) saja cukup
- Pernyataan (2) saja cukup
- Kedua pernyataan bersama-sama cukup
- Kedua pernyataan tidak cukup
Dari x + 5 = 12 dapat diketahui langsung bahwa x = 7. Pernyataan (2) tidak diperlukan untuk menentukan nilai x.
(1) Tinggi Andi 175 cm.
(2) Tinggi Budi 170 cm.
- Pernyataan (1) saja cukup
- Pernyataan (2) saja cukup
- Kedua pernyataan bersama-sama cukup
- Kedua pernyataan tidak cukup
Tinggi Andi 175 cm dan Budi 170 cm. Dengan kedua informasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa Andi lebih tinggi 5 cm.
- 35
- 36
- 37
- 38
Selisihnya berturut-turut adalah +3, +5, +7, dan +9. Selisih berikutnya +11, sehingga 26 + 11 = 37.
- 2 jam
- 2,5 jam
- 3 jam
- 3,5 jam
Waktu = jarak ÷ kecepatan = 180 ÷ 60 = 3 jam.
Baca juga Contoh Soal TBS LPDP 2026 untuk Memahami Pola Seleksi Bakat Skolastik
Jadwal Seleksi Bakat Skolastik LPDP 2026 dan Ketentuan Contoh Soal

Bagi peserta LPDP Tahap 2 2026, Seleksi Bakat Skolastik menjadi tahapan setelah seleksi administrasi bagi pendaftar yang memang diwajibkan mengikuti SBS. Jadwal resmi LPDP mencatat simulasi pada 27–28 September 2026, pelaksanaan SBS pada 29 September–4 Oktober 2026, dan pengumuman hasil pada 9 Oktober 2026. Seleksi Substansi kemudian dijadwalkan berlangsung pada 14 Oktober–20 November 2026.
.jadwal-tbs { width: 100%; border-collapse: separate; border-spacing: 0; margin: 20px 0; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 16px; overflow: hidden; border-radius: 10px; box-shadow: 0 3px 10px rgba(245, 124, 0, 0.12); } .jadwal-tbs th { background: #f57c00; color: #ffffff; padding: 14px 16px; text-align: left; font-weight: bold; border: 1px solid #f57c00; } .jadwal-tbs td { padding: 14px 16px; border: 1px solid #f3c48b; line-height: 1.6; vertical-align: top; } .jadwal-tbs tbody tr:nth-child(odd) td { background: #fff8f0; } .jadwal-tbs tbody tr:nth-child(even) td { background: #ffffff; } .jadwal-tbs tbody tr:hover td { background: #fff0dc; } .jadwal-tbs td:first-child { font-weight: bold; color: #e65100; width: 55%; } @media (max-width: 600px) { .jadwal-tbs { font-size: 14px; } .jadwal-tbs th, .jadwal-tbs td { padding: 11px 10px; } }| Tahapan Seleksi | Jadwal LPDP 2026 |
|---|---|
| Simulasi Seleksi Bakat Skolastik | 27–28 September 2026 |
| Seleksi Bakat Skolastik | 29 September–4 Oktober 2026 |
| Pengumuman Hasil Seleksi Bakat Skolastik | 9 Oktober 2026 |
| Seleksi Substansi | 14 Oktober–20 November 2026 |
| Pengumuman Hasil Seleksi Substansi | 30 November 2026 |
Peserta juga perlu memperhatikan bahwa tidak semua pendaftar LPDP otomatis mengikuti SBS. Pada sejumlah skema, pendaftar dengan LoA Unconditional yang memenuhi ketentuan LPDP atau kategori tertentu dapat langsung melanjutkan ke Seleksi Substansi. Ketentuan tersebut mengikuti program beasiswa yang dipilih.
Untuk informasi jadwal dan ketentuan terbaru, rujukan utama dapat dilihat melalui laman resmi Pendaftaran dan Penjadwalan LPDP 2026.
Yang perlu diperhatikan, contoh soal di internet sebaiknya tidak langsung disebut sebagai soal TBS resmi LPDP. Jika soal tidak diterbitkan oleh LPDP, lebih tepat menyebutnya sebagai soal ilustratif atau contoh berdasarkan pola kemampuan skolastik. Dengan begitu, pembaca tidak keliru menganggap contoh tersebut sebagai bocoran atau soal yang pasti muncul.
Baca juga Salah Fokus? Ini Komponen Tes Bakat Skolastik LPDP Sebenarnya
Contoh Soal Tes Bakat Skolastik yang Sering Menguji Logika
Selain soal hitungan dan kosakata, contoh tes bakat skolastik juga dapat berbentuk persoalan yang mengharuskan peserta membaca beberapa informasi lalu menentukan hubungan yang paling tepat. Soal seperti ini biasanya terlihat sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian karena setiap pernyataan dapat memengaruhi kesimpulan.
Misalnya, sebuah soal memberikan beberapa kondisi mengenai urutan orang, hubungan antarobjek, atau aturan tertentu. Peserta kemudian diminta menentukan pilihan yang sesuai dengan seluruh informasi tersebut. Kunci penyelesaiannya bukan sekadar mencari jawaban yang terlihat benar, tetapi memastikan pilihan tersebut tidak bertentangan dengan informasi yang diberikan.
Pada contoh soal penalaran, perhatikan kata-kata seperti semua, sebagian, hanya, jika, dan kecuali. Kata-kata tersebut dapat mengubah hubungan antarpernyataan sehingga kesimpulan yang diambil harus benar-benar sesuai dengan premis dalam soal.
Contoh-contoh dalam artikel ini tetap bersifat ilustratif, sehingga tidak dapat dianggap sebagai soal resmi atau bocoran Seleksi Bakat Skolastik LPDP.
Mini FAQ
Tes bakat skolastik mengukur kemampuan apa saja?
Tes bakat skolastik dapat mengukur kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, pemecahan masalah, dan kecukupan data.
Contoh soal TBS dalam artikel ini resmi atau ilustratif?
Contoh soal dalam artikel ini bersifat ilustratif, bukan soal resmi, bukan bocoran, dan tidak diklaim sebagai soal Seleksi Bakat Skolastik LPDP 2026.
Seleksi Bakat Skolastik LPDP Tahap 2 2026 berlangsung kapan?
Seleksi Bakat Skolastik LPDP Tahap 2 2026 dijadwalkan berlangsung pada 29 September–4 Oktober 2026.
Berapa jumlah soal TBS LPDP 2026?
Jumlah soal TBS LPDP 2026 tidak tercantum dalam informasi publik resmi yang menjadi rujukan. Karena itu, angka dari sumber nonresmi tidak sebaiknya dianggap sebagai ketentuan resmi.
Contoh soal TBS dapat digunakan untuk mengenali pola soal?
Bisa. Contoh soal dapat membantu mengenali pola kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, dan pemecahan masalah. Bentuk soal sebenarnya tetap mengikuti ketentuan resmi penyelenggara.
Ringkasan
Tes bakat skolastik contoh soal dapat mencakup kemampuan verbal, kuantitatif, penalaran, dan pemecahan masalah. Pusat Asesmen Pendidikan juga mencantumkan kecukupan data sebagai salah satu aspek yang dapat diukur dalam TBS.
Untuk LPDP 2026, istilah resmi yang digunakan adalah Seleksi Bakat Skolastik (SBS). Pada Tahap 2, SBS berlangsung 29 September–4 Oktober 2026 dengan pengumuman hasil pada 9 Oktober 2026. Karena LPDP belum memublikasikan rincian jumlah soal dan komposisi subtes pada halaman publik, contoh yang beredar sebaiknya dipahami sebagai ilustrasi, bukan soal resmi.
Sumber Referensi
- Pusat Asesmen Pendidikan – Tes Bakat Skolastik (TBS) – rujukan mengenai pengertian dan aspek kemampuan yang diukur dalam TBS. Pusat Asesmen Pendidikan
- Lembaga Pengelola Dana Pendidikan – Pendaftaran dan Penjadwalan Beasiswa 2026 – rujukan jadwal resmi SBS LPDP Tahap 2 2026 dan tahapan setelahnya. LPDP Pendaftaran dan Penjadwalan 2026
- LPDP – Tahapan Seleksi Beasiswa – rujukan mengenai rangkaian Seleksi Administrasi, Seleksi Bakat Skolastik, dan Seleksi Substansi. LPDP Tahapan Seleksi Beasiswa
- JadiBeasiswa – Contoh Soal TBS LPDP 2026 – referensi pembanding mengenai penyajian contoh soal dan penegasan bahwa contoh soal nonresmi bersifat ilustratif. Contoh Soal TBS LPDP 2026




