Berapa Kuota LPDP 2026? Cek Target Penerima dan Pembagian Terbarunya
Berapa kuota LPDP 2026

Pertanyaan berapa kuota LPDP 2026 banyak dicari oleh calon pendaftar yang ingin memperkirakan tingkat persaingan. Informasi ini penting, tetapi angka kuota perlu dibaca secara hati-hati karena ada perbedaan antara target penerima selama satu tahun, jumlah peserta yang sudah lolos, dan alokasi pada setiap tahap atau program beasiswa.

Berdasarkan keterangan resmi LPDP, penerimaan pada 2026 sebelumnya diproyeksikan sekitar 4.000 penerima beasiswa baru. Pada LPDP Tahap 1 Tahun 2026, sebanyak 2.753 peserta telah dinyatakan lolos seleksi. Sementara itu, per 17 Juli 2026, LPDP belum mengumumkan angka kuota final khusus Tahap 2 secara terperinci untuk setiap program.

Artinya, calon pendaftar sebaiknya tidak langsung menganggap selisih antara target tahunan dan hasil Tahap 1 sebagai kuota pasti Tahap 2. Jumlah akhir dapat dipengaruhi oleh program kemitraan, kerja sama khusus, skema co-funding, kebutuhan bidang prioritas, dan kebijakan LPDP.

Daftar Isi

Berapa Kuota LPDP 2026?

Jawaban paling aman untuk pertanyaan berapa kuota LPDP 2026 adalah sekitar 4.000 penerima beasiswa baru berdasarkan proyeksi resmi yang disampaikan LPDP menjelang 2026.

Angka tersebut merupakan target atau proyeksi penerima baru selama satu tahun. Angka ini tidak selalu berarti tersedia tepat 4.000 kursi dalam satu seleksi, karena penerimaan LPDP terdiri atas beberapa tahap dan program.

Program yang dikelola LPDP pada 2026 tidak hanya mencakup seleksi umum Tahap 1 dan Tahap 2. Terdapat pula program seperti:

  • Beasiswa STEM Industri Strategis;
  • Beasiswa SHARE;
  • Beasiswa Kemitraan atau co-funding;
  • program double degree dan joint degree;
  • kerja sama khusus;
  • program dokter spesialis dan subspesialis;
  • program non-degree;
  • beasiswa dengan universitas mitra tertentu.

Setiap program dapat mempunyai sasaran, mekanisme seleksi, jadwal, dan ketersediaan pendanaan berbeda. Karena itu, kuota tahunan tidak otomatis dibagi rata pada setiap tahap.

Ringkasan Kuota dan Penerima LPDP 2026

Berikut ringkasan informasi resmi yang tersedia per 17 Juli 2026.

InformasiJumlah atau ketentuan
Proyeksi penerima beasiswa baru 2026Sekitar 4.000 orang
Peserta lolos LPDP Tahap 1 20262.753 orang
Penerima Tahap 1 tujuan dalam negeri1.460 orang
Penerima Tahap 1 tujuan luar negeri1.293 orang
Penerima Tahap 1 jenjang magister1.230 orang
Penerima Tahap 1 jenjang doktor688 orang
Dokter spesialis dan subspesialis335 orang
Kuota khusus LPDP Tahap 2Belum diumumkan secara terperinci
Arah alokasi Tahap 2Minimal 80% STEM dan STEM-related
Alokasi maksimal SHAREMaksimal 20%

Jumlah berdasarkan jenjang dalam publikasi resmi belum mencakup seluruh 2.753 penerima apabila dijumlahkan. Karena itu, data tersebut sebaiknya dibaca sebagai rincian kategori yang dicantumkan LPDP, bukan digunakan untuk membuat pembagian baru tanpa keterangan tambahan.

Baca juga: Kapan Jadwal Tes Skolastik LPDP 2026? Simak Tanggal dan Tahapan Lengkapnya

Berapa kuota LPDP 2026
Sumber gambar: harian.disway.id

Apakah Kuota LPDP 2026 Sebanyak 4.000 Orang?

Angka 4.000 merupakan proyeksi resmi yang pernah disampaikan LPDP untuk jumlah penerima beasiswa baru pada 2026. LPDP menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah penerima dilakukan untuk menjaga keberlanjutan Dana Abadi Pendidikan.

Pendanaan LPDP tidak hanya digunakan bagi peserta yang baru diterima. LPDP juga harus membiayai penerima yang masih menjalani studi, termasuk biaya pendidikan dan komponen pendukung sesuai ketentuan beasiswa.

Oleh karena itu, jumlah penerima baru mempertimbangkan beberapa aspek, seperti:

  • hasil pengembangan Dana Abadi Pendidikan;
  • kewajiban pendanaan penerima yang sedang studi;
  • biaya pendidikan dalam dan luar negeri;
  • jangka waktu pendanaan;
  • kebutuhan program prioritas;
  • keberlanjutan manfaat untuk generasi berikutnya.

Angka 4.000 sebaiknya dipahami sebagai proyeksi tahunan, bukan janji bahwa LPDP harus meluluskan tepat 4.000 peserta. Jumlah akhir dapat berubah mengikuti hasil seleksi, kesiapan kandidat, dan kebijakan pendanaan.

Berapa Penerima LPDP Tahap 1 Tahun 2026?

LPDP resmi menyambut 2.753 peserta yang lolos Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2026. Mereka telah melewati proses seleksi administrasi, Seleksi Bakat Skolastik bagi peserta yang diwajibkan, dan seleksi substansi.

Dari jumlah tersebut:

  • 1.460 peserta memilih perguruan tinggi dalam negeri;
  • 1.293 peserta memilih perguruan tinggi luar negeri;
  • 1.230 peserta berada pada jenjang magister;
  • 688 peserta berada pada jenjang doktor;
  • 335 peserta mengikuti program dokter spesialis dan subspesialis.

LPDP juga menyampaikan bahwa lebih dari seperempat penerima Tahap 1 berasal dari kelompok afirmasi. Kelompok tersebut mencakup penyandang disabilitas, putra-putri Papua, daerah afirmasi, dan masyarakat prasejahtera.

Seleksi Tahap 1 diikuti oleh lebih dari 32 ribu pendaftar. Dengan 2.753 peserta yang lolos, tingkat kelulusannya berada di kisaran delapan persen. Namun, rasio tersebut tidak dapat dijadikan patokan pasti untuk Tahap 2 karena jumlah pendaftar, program, dan alokasinya dapat berbeda.

Berapa Kuota LPDP Tahap 2 Tahun 2026?

Per 17 Juli 2026, LPDP belum mencantumkan angka kuota khusus Tahap 2 secara terperinci pada halaman pendaftaran dan siaran pers pembukaannya.

Apabila menggunakan proyeksi tahunan sekitar 4.000 penerima dan menguranginya dengan 2.753 peserta Tahap 1, diperoleh selisih:

4.000 − 2.753 = 1.247 orang.

Namun, 1.247 bukan kuota resmi LPDP Tahap 2. Angka tersebut hanya hasil perhitungan matematis berdasarkan proyeksi tahunan dan hasil Tahap 1.

Perhitungan itu tidak dapat langsung dijadikan kuota karena:

  • target 4.000 masih berupa proyeksi;
  • terdapat program kemitraan dan kerja sama khusus;
  • program dapat menggunakan mekanisme co-funding;
  • jumlah penerima dapat disesuaikan dengan hasil seleksi;
  • alokasi pendanaan dapat berubah;
  • tidak semua program mengikuti jadwal seleksi umum;
  • sebagian program dapat mempunyai kuota tersendiri.

Jawaban yang lebih tepat atas pertanyaan berapa kuota LPDP 2026 Tahap 2 adalah belum diumumkan secara resmi dalam satu angka khusus.

Bagaimana Pembagian Kuota Berdasarkan Bidang?

Pada pembukaan LPDP Tahap 2 Tahun 2026, LPDP menjelaskan arah alokasi beasiswa berdasarkan bidang studi.

Sedikitnya 80 persen alokasi beasiswa diarahkan pada bidang STEM dan STEM-related, sedangkan maksimal 20 persen dialokasikan untuk bidang SHARE.

Bidang STEM Industri Strategis

Bidang yang menjadi prioritas meliputi:

  • pangan;
  • energi;
  • kesehatan;
  • pertahanan;
  • digitalisasi;
  • kecerdasan artifisial;
  • semikonduktor;
  • hilirisasi;
  • maritim;
  • manufaktur;
  • material maju;
  • kewirausahaan;
  • industri kreatif.

Bidang STEM-Related

STEM-related merupakan bidang non-STEM yang secara langsung mendukung pembangunan industri strategis, seperti:

  • hukum;
  • kebijakan publik;
  • ekonomi;
  • bisnis;
  • manajemen;
  • bidang pendukung industri lainnya.

Bidang SHARE

SHARE merupakan singkatan dari Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, and Economics. Cakupannya dapat meliputi:

  • sosial;
  • humaniora;
  • seni;
  • keagamaan;
  • pendidikan;
  • budaya;
  • ekonomi;
  • bidang lain sesuai daftar dan ketentuan LPDP.

Pembagian 80 persen dan 20 persen bukan berarti setiap program studi memiliki kuota yang sama. Seleksi tetap mempertimbangkan kualitas peserta, relevansi studi, kebutuhan pembangunan, dan kebijakan program.

Program yang Dibuka pada LPDP Tahap 2

LPDP Tahap 2 Tahun 2026 membuka beberapa kelompok program, yaitu:

  1. Beasiswa STEM Industri Strategis.
  2. Beasiswa SHARE.
  3. Beasiswa Kemitraan.
  4. Program double degree dan joint degree.
  5. Beasiswa kerja sama khusus.
  6. Program non-degree tertentu.
  7. Program Akselerasi pada Universitas Unggulan.
  8. Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional jalur Doctor by Research.
  9. Program keolahragaan dan skema khusus lainnya.

Tidak semua program menggunakan ketentuan yang sama. Program kemitraan dapat mewajibkan pendaftar mengikuti proses penerimaan di perguruan tinggi mitra sekaligus seleksi LPDP.

Sebelum mendaftar, peserta perlu memeriksa:

  • sasaran penerima;
  • jenjang pendidikan;
  • daftar program studi;
  • perguruan tinggi tujuan;
  • batas usia;
  • IPK;
  • persyaratan bahasa;
  • kebutuhan LoA;
  • jadwal seleksi;
  • kewajiban dokumen khusus.

Mengapa Kuota Tidak Selalu Diumumkan per Program?

LPDP tidak selalu mencantumkan jumlah kursi pada setiap program secara terbuka sejak awal pendaftaran. Salah satu alasannya adalah proses seleksi berbasis kualitas dan kesesuaian kandidat.

Jumlah penerima dapat ditentukan dengan mempertimbangkan:

  • jumlah pendaftar yang memenuhi syarat;
  • hasil Seleksi Bakat Skolastik;
  • hasil seleksi substansi;
  • kualitas rencana studi;
  • kebutuhan bidang prioritas;
  • ketersediaan LoA;
  • distribusi dalam dan luar negeri;
  • keberpihakan kepada kelompok afirmasi;
  • kapasitas pendanaan.

Pada program kemitraan, penerimaan juga dapat dipengaruhi oleh rekomendasi universitas atau mitra dan ketersediaan kuota pada program tersebut.

Apakah Kuota Menentukan Peluang Kelulusan?

Kuota memang memengaruhi tingkat persaingan, tetapi bukan satu-satunya faktor. Banyaknya kursi tidak akan membantu apabila pendaftar tidak memenuhi persyaratan dasar atau tidak mampu menunjukkan kesiapan saat seleksi.

Sebaliknya, kuota yang terbatas tidak berarti seseorang tidak memiliki peluang. Peserta tetap dinilai berdasarkan dokumen, kemampuan, pengalaman, dan rencana kontribusinya.

Daripada terlalu fokus pada berapa kuota LPDP 2026, pendaftar sebaiknya memastikan bahwa seluruh komponen aplikasi sudah kuat dan konsisten.

Faktor yang Menentukan Kelulusan LPDP

1. Kesesuaian Administrasi

Dokumen harus lengkap, benar, masih berlaku, dan sesuai dengan program yang dipilih. Kesalahan data dapat menghentikan proses sejak tahap pertama.

2. Kemampuan Bakat Skolastik

Peserta yang diwajibkan mengikuti SBS perlu melatih penalaran, pemecahan masalah, kemampuan numerik, dan pemahaman informasi.

3. Alasan Memilih Studi

Pendaftar perlu menjelaskan hubungan antara latar belakang, masalah yang ingin diselesaikan, program studi, dan rencana setelah lulus.

4. Rencana Kontribusi

Kontribusi perlu dibuat konkret, bertahap, dan sesuai kemampuan. Hindari janji besar yang tidak disertai langkah pelaksanaan.

5. Konsistensi Jawaban

Informasi dalam Profil Diri, dokumen, esai kontribusi, dan wawancara harus saling mendukung. Perbedaan cerita dapat menimbulkan pertanyaan saat substansi.

6. Relevansi dengan Prioritas

Pada 2026, LPDP memperkuat fokus pada STEM, industri strategis, serta bidang pendukungnya. Pendaftar perlu menjelaskan relevansi studi tanpa memaksakan hubungan yang tidak logis.

Berapa kuota LPDP 2026
Sumber gambar: skuling.id

Strategi Menghadapi Persaingan LPDP 2026

1. Pilih Program yang Sesuai

Jangan memilih program hanya karena menganggap kuotanya lebih banyak. Pastikan latar belakang dan tujuan studimu sesuai dengan sasaran program.

2. Baca Panduan Terbaru

Ketentuan 2026 mengalami beberapa perubahan, termasuk pengelompokan program dan penyesuaian dokumen. Jangan menggunakan panduan tahun sebelumnya sebagai acuan utama.

3. Siapkan Dokumen Lebih Awal

Surat rekomendasi, sertifikat bahasa, LoA, penyetaraan ijazah, dan proposal penelitian dapat membutuhkan waktu cukup lama.

4. Mulai Berlatih Sebelum Hasil Administrasi

Waktu antara pengumuman administrasi dan tes dapat terbatas. Persiapan SBS sebaiknya dilakukan sejak masa pendaftaran.

5. Persiapkan Substansi Sejak Awal

Baca kembali rencana studi, pengalaman, Profil Diri, dan esai kontribusi. Pastikan setiap rencana dapat dijelaskan secara konkret.

6. Pantau Kanal Resmi

Kuota, jadwal, dan ketentuan dapat diperbarui. Gunakan situs LPDP, akun pendaftaran, layanan bantuan, dan pengumuman resmi sebagai sumber utama.

Baca juga: Penutupan Pendaftaran LPDP Batch 2 2026: Jadwal Terakhir, Dokumen, dan Tips Submit agar Tidak Terlambat

Kesalahan Membaca Informasi Kuota

Kesalahan pertama adalah menganggap target tahunan sebagai kuota pasti satu tahap. Target sekitar 4.000 penerima mencakup penerimaan selama satu tahun, bukan hanya Tahap 2.

Kesalahan kedua adalah mengurangi target tahunan dengan hasil Tahap 1 lalu menyebut hasilnya sebagai kuota resmi Tahap 2. Selisih 1.247 orang belum dikonfirmasi LPDP sebagai kuota khusus Tahap 2.

Kesalahan ketiga adalah menggunakan angka yang beredar di media tanpa memeriksa sumber resmi. Apabila suatu angka tidak tercantum pada pengumuman LPDP atau Kementerian Keuangan, gunakan informasi tersebut dengan hati-hati.

Kesalahan keempat adalah menganggap alokasi 80 persen berarti semua jurusan STEM lebih mudah lolos. Persaingan tetap bergantung pada jumlah dan kualitas pendaftar di bidang tersebut.

Kesalahan kelima adalah terlalu fokus pada jumlah kursi hingga mengabaikan kualitas aplikasi.

Persiapkan Seleksi LPDP secara Lebih Terarah

Mengetahui berapa kuota LPDP 2026 dapat membantu kamu memahami tingkat persaingan, tetapi persiapan tetap menjadi faktor yang dapat dikendalikan. Prioritaskan kelengkapan dokumen, kesesuaian program, latihan SBS, serta kemampuan menjelaskan rencana studi dan kontribusi.

Untuk membantu mempersiapkan seleksi secara lebih sistematis, kamu dapat mempelajari informasi, strategi, dan materi pendukung melalui jadibeasiswa.id. Tetap gunakan panduan serta pengumuman resmi LPDP sebagai acuan utama sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

Jadi, berapa kuota LPDP 2026? LPDP sebelumnya memproyeksikan sekitar 4.000 penerima beasiswa baru selama 2026. Pada Tahap 1, sebanyak 2.753 peserta telah dinyatakan lolos.

Per 17 Juli 2026, kuota khusus LPDP Tahap 2 belum diumumkan dalam satu angka resmi. Selisih 1.247 dari target tahunan bukan kuota resmi Tahap 2 dan tidak sebaiknya digunakan sebagai kepastian.

LPDP Tahap 2 mengarahkan minimal 80 persen alokasi pada STEM dan STEM-related, sedangkan maksimal 20 persen untuk SHARE. Daripada hanya memperkirakan jumlah kursi, pendaftar sebaiknya fokus menyiapkan aplikasi yang lengkap, relevan, dan konsisten.

FAQ

Berapa kuota LPDP 2026?

LPDP memproyeksikan sekitar 4.000 penerima beasiswa baru pada 2026. Jumlah final dapat menyesuaikan hasil seleksi dan kebijakan pendanaan.

Berapa peserta yang lolos LPDP Tahap 1 Tahun 2026?

Sebanyak 2.753 peserta dinyatakan lolos Beasiswa LPDP Tahap 1 Tahun 2026.

Berapa kuota LPDP Tahap 2 Tahun 2026?

Per 17 Juli 2026, LPDP belum mengumumkan kuota khusus Tahap 2 dalam satu angka terperinci.

Apakah kuota LPDP Tahap 2 sebanyak 1.247 orang?

Belum tentu. Angka tersebut hanya selisih matematis antara proyeksi 4.000 penerima dan 2.753 peserta Tahap 1, bukan kuota resmi Tahap 2.

Bagaimana pembagian alokasi LPDP Tahap 2?

LPDP mengarahkan sedikitnya 80 persen alokasi untuk bidang STEM dan STEM-related, sedangkan maksimal 20 persen untuk SHARE.

Referensi

  1. LPDP Kementerian Keuangan — Tidak Terdampak Kebijakan Efisiensi, LPDP Pastikan Penyaluran Beasiswa Tetap Optimal.
  2. LPDP Kementerian Keuangan — LPDP Sambut 2.753 Calon Penerima Beasiswa Tahap I 2026.
  3. LPDP Kementerian Keuangan — LPDP Catat 32.049 Pendaftar pada Tahap 1 Tahun 2026.
  4. LPDP Kementerian Keuangan — Pembukaan Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026.
  5. LPDP Kementerian Keuangan — Pendaftaran dan Penjadwalan Beasiswa LPDP 2026.
  6. LPDP Kementerian Keuangan — Kebijakan Umum Beasiswa LPDP 2026.
  7. LPDP Kementerian Keuangan — Beasiswa LPDP 2026 Dibuka dengan Skema Baru untuk Pembangunan SDM Unggul.