Beasiswa S2 Malaysia 2026 Cek MIS, MTCP, LPDP, dan Program yang Masih Dibuka
beasiswa s2 malaysia

Beasiswa S2 Malaysia menjadi pilihan menarik bagi lulusan S1 Indonesia yang ingin melanjutkan studi pascasarjana di luar negeri. Selain memiliki banyak universitas tujuan, Malaysia juga menawarkan beberapa skema pendanaan untuk mahasiswa internasional, mulai dari Malaysia International Scholarship (MIS), MTCP Scholarship, hingga bantuan pendidikan langsung dari universitas.

Namun, status setiap program pada September 2026 berbeda. Pendaftaran MIS 2026/2027 dan MTCP Scholarship 2026 sudah ditutup, begitu pula LPDP Tahap 2. Di sisi lain, masih terdapat peluang seperti PTE x Universiti Malaya Scholarship 2026 yang menerima peserta sampai 31 Desember 2026, serta Universiti Malaya Scholarship Scheme yang tercantum terbuka sepanjang tahun.

Karena itu, calon mahasiswa tidak cukup hanya mencari program dengan nominal bantuan terbesar. Periksa juga cakupan biaya, IPK, kemampuan bahasa Inggris, usia, kampus tujuan, dan apakah beasiswa tersebut berupa full scholarship atau hanya bantuan sebagian biaya pendidikan.

Pilihan Beasiswa S2 Malaysia 2026

Ada beberapa skema pendanaan yang patut diketahui calon mahasiswa Indonesia.

Program Benefit Utama Status per 11 September 2026
Malaysia International Scholarship (MIS) Biaya kuliah dan tunjangan hidup RM1.500 per bulan Pendaftaran 2026/2027 sudah ditutup
MTCP Scholarship Biaya kuliah, berbagai tunjangan, dan tiket pesawat pulang-pergi Pendaftaran 2026 sudah ditutup
LPDP 2026 Pendanaan pendidikan sesuai skema dan ketentuan LPDP Pendaftaran Tahap 2 sudah ditutup dan peserta masuk proses seleksi
PTE x Universiti Malaya Scholarship Bantuan £3.000 untuk biaya pendidikan di Universiti Malaya Masih dibuka hingga 31 Desember 2026
Universiti Malaya Scholarship Scheme Dukungan bagi mahasiswa pascasarjana yang menjadi Graduate Research Assistant (GRA) Tercantum terbuka sepanjang tahun

Status pendaftaran penting diperiksa karena informasi beasiswa S2 Malaysia yang masih beredar di internet sering berasal dari periode sebelumnya.

Malaysia International Scholarship 2026

Salah satu program utama dari Pemerintah Malaysia adalah Malaysia International Scholarship atau MIS.

MIS merupakan program Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia untuk menarik mahasiswa internasional berprestasi agar melanjutkan pendidikan pascasarjana di Malaysia. Warga Indonesia termasuk dalam kelompok negara ASEAN yang diperbolehkan mengikuti MIS 2026.

Program tersedia untuk:

  • Master’s Degree; dan
  • Doctor of Philosophy (PhD).

Studi harus dilakukan secara penuh waktu.

Syarat MIS untuk S2

Berdasarkan panduan MIS 2026, pendaftar Master’s harus memenuhi beberapa ketentuan utama.

Usia pendaftar tidak boleh lebih dari 40 tahun pada saat pendaftaran.

Dari sisi akademik, calon mahasiswa perlu mempunyai minimal CGPA 3,00 atau Second Class Upper (Honours) pada pendidikan S1.

Kemampuan bahasa Inggris dapat dibuktikan melalui salah satu ketentuan:

  • IELTS minimal 6.0;
  • TOEFL PBT minimal 550 atau skor setara pada jenis TOEFL lainnya; atau
  • pendidikan sebelumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dengan surat resmi dari universitas.

Khusus pendaftar Master’s by Research, dibutuhkan proposal penelitian minimal 1.000 kata yang relevan dengan bidang studi tujuan.

Benefit MIS 2026

MIS termasuk program yang cukup menarik karena memberikan dukungan langsung terhadap biaya pendidikan dan hidup.

Benefit resminya meliputi:

  • biaya kuliah selama periode beasiswa dibayarkan langsung kepada universitas; dan
  • tunjangan hidup sebesar RM1.500 per bulan.

Tunjangan dibayarkan secara berkala setelah penerima menyerahkan laporan perkembangan studi kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia.

Kampus Malaysia yang Bisa Dipilih lewat MIS

MIS 2026 mencakup sejumlah perguruan tinggi ternama di Malaysia.

Beberapa di antaranya:

  • Universiti Malaya (UM);
  • Universiti Teknologi Malaysia (UTM);
  • Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM);
  • Universiti Putra Malaysia (UPM);
  • Universiti Sains Malaysia (USM);
  • International Islamic University Malaysia/IIUM;
  • Universiti Utara Malaysia (UUM);
  • Universiti Teknologi PETRONAS (UTP);
  • Multimedia University (MMU);
  • INCEIF University.

Secara keseluruhan, panduan MIS 2026 mencantumkan perguruan tinggi negeri dan beberapa perguruan tinggi swasta yang diperbolehkan sebagai tujuan studi.

Hal ini memberi calon mahasiswa cukup banyak pilihan bidang pendidikan.

Baca juga: Beasiswa Kuliah 2026 Terbaru untuk S1 hingga S3

Status Pendaftaran MIS 2026

Pendaftaran MIS untuk tahun akademik 2026/2027 sudah ditutup.

Portal resmi MIS menyatakan pendaftaran tidak lagi menerima aplikasi dan sebelumnya membuka pengecekan peserta yang dipanggil wawancara pada 7–22 Juli 2026.

Artinya, pada September 2026 calon peserta baru tidak dapat lagi mendaftar MIS untuk periode tersebut.

Bagi yang belum sempat mengikuti, persyaratan MIS 2026 dapat digunakan sebagai gambaran awal untuk mempersiapkan dokumen apabila program kembali dibuka pada periode berikutnya. Namun, syarat tahun mendatang tetap harus menunggu panduan resmi baru.

MTCP Scholarship untuk S2 di Malaysia

Pilihan berikutnya adalah Malaysian Technical Cooperation Programme Scholarship atau MTCP Scholarship.

Program ini disponsori Pemerintah Malaysia dan ditujukan kepada mahasiswa internasional dari negara-negara penerima MTCP untuk menjalani pendidikan pascasarjana di Malaysia.

Berbeda dengan MIS yang juga menyediakan jenjang PhD, MTCP Scholarship 2026 khusus untuk program Master’s penuh waktu.

Durasi beasiswa berada pada kisaran 24 sampai 36 bulan, tergantung program studi.

Syarat MTCP Scholarship 2026

Pada seleksi 2026, calon peserta harus berusia tidak lebih dari 45 tahun.

Persyaratan akademiknya adalah minimal:

CGPA 3,00 atau Second Class Upper (Honours) pada pendidikan S1.

Kemampuan bahasa Inggris dapat menggunakan:

  • IELTS minimal 6.0;
  • TOEFL iBT minimal 60; atau
  • bukti bahwa pendidikan sebelumnya menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar.

Persyaratan tersebut cukup berbeda dari MIS, terutama pada batas usia dan format skor TOEFL yang dicantumkan.

Benefit MTCP Scholarship

MTCP termasuk salah satu alternatif full scholarship yang menarik untuk studi S2.

Portal resminya mencantumkan dukungan berupa:

  • biaya pendidikan;
  • berbagai tunjangan sesuai ketentuan program; dan
  • tiket pesawat pulang-pergi kelas ekonomi.

Program dapat digunakan untuk Master’s dengan mode coursework, mixed mode, maupun research sesuai kampus dan ketentuan yang tersedia.

MTCP Scholarship 2026 Sudah Ditutup

Pendaftaran MTCP Scholarship 2026 berlangsung mulai 4 Mei sampai 12 Juni 2026 untuk intake September/Oktober tahun akademik 2026/2027.

Portal MTCP saat ini sudah menampilkan status:

Application Closed.

Artinya, program tidak menerima aplikasi baru pada September 2026.

Calon peserta yang menargetkan program berikutnya dapat mulai menyiapkan ijazah, transkrip, bukti kemampuan bahasa Inggris, rekomendasi, dan dokumen akademik sebelum periode baru diumumkan.

Beasiswa S2 Malaysia melalui LPDP

Selain beasiswa Pemerintah Malaysia, mahasiswa Indonesia juga dapat mempertimbangkan pendanaan dari Indonesia melalui LPDP.

LPDP memiliki daftar perguruan tinggi tujuan luar negeri yang perlu dijadikan acuan ketika memilih universitas. Karena kebijakan dapat berubah setiap tahun, peserta harus memeriksa Daftar Perguruan Tinggi Tujuan LPDP tahun seleksi yang diikuti, bukan menggunakan daftar lama.

Program Tahap 2 tahun 2026 membuka beberapa kelompok beasiswa, termasuk STEM Industri Strategis dan SHARE, dengan ketentuan universitas serta program studi masing-masing.

Status LPDP 2026 Sekarang

Pendaftaran LPDP Tahap 2 berlangsung:

30 Juni–31 Juli 2026.

Dengan demikian, pada September pendaftaran sudah ditutup.

Per 11 September 2026, peserta sedang berada setelah periode sanggah administrasi dan menunggu pengumuman hasil sanggah pada 22 September 2026.

Rangkaian selanjutnya adalah:

  • simulasi Seleksi Bakat Skolastik: 27–28 September;
  • Seleksi Bakat Skolastik: 29 September–4 Oktober;
  • pengumuman SBS: 9 Oktober;
  • Seleksi Substansi: 14 Oktober–20 November; dan
  • pengumuman hasil substansi: 30 November 2026.

Jadi, calon pendaftar baru sudah tidak dapat memasukkan aplikasi untuk Tahap 2 tahun ini.

PTE x Universiti Malaya Scholarship Masih Dibuka

Untuk pembaca yang mencari beasiswa S2 Malaysia yang masih dapat dipantau pada September 2026, terdapat program PTE x Universiti Malaya Scholarship.

Program ini merupakan kolaborasi Pearson dan Universiti Malaya.

Pemenang memperoleh dukungan sebesar:

£3.000 untuk biaya kuliah di Universiti Malaya.

Program menerima mahasiswa internasional berusia minimal 18 tahun dan mencakup aplikasi untuk program Bachelor’s, Master’s, maupun Doctoral di Universiti Malaya sesuai sesi akademik yang ditentukan.

Batas pendaftarannya adalah:

31 Desember 2026.

Namun, penting dipahami bahwa program ini bukan full scholarship seperti MIS atau MTCP. Bentuknya merupakan kompetisi dengan hadiah £3.000 yang dialokasikan untuk biaya pendidikan pemenang.

Ketentuan PTE x Universiti Malaya Scholarship

Peserta perlu:

  • menjadi mahasiswa internasional;
  • berusia minimal 18 tahun;
  • mengisi formulir program;
  • menjelaskan alasan ingin kuliah di Universiti Malaya;
  • memberikan tips terbaik mempersiapkan PTE;
  • mendaftar setidaknya pada satu program di Universiti Malaya; dan
  • memenuhi ketentuan PTE yang ditetapkan bagi peserta terpilih.

Program ini dapat menjadi alternatif bantuan biaya bagi calon mahasiswa S2 yang memang menargetkan Universiti Malaya.

Universiti Malaya Scholarship Scheme Dibuka Sepanjang Tahun

Universiti Malaya juga mempunyai Universiti Malaya Scholarship Scheme (UMSS).

Skema tersebut berkaitan dengan mahasiswa pascasarjana Master’s maupun PhD yang ditunjuk sebagai Graduate Research Assistant atau GRA.

Menurut halaman bantuan finansial pascasarjana UM, program ini tercantum Open All Year. Penerima dapat memperoleh dukungan sesuai status GRA dan kemungkinan tuition fee waiver berdasarkan kriteria yang berlaku.

Karena skemanya berkaitan dengan riset dan penunjukan sebagai GRA, UMSS berbeda dari beasiswa pemerintah seperti MIS dan MTCP.

Program ini lebih relevan bagi calon mahasiswa yang memang mempunyai minat kuat pada penelitian dan menemukan supervisor atau proyek yang sesuai.

Dokumen yang Sering Dibutuhkan

Persyaratan tentu berbeda pada setiap beasiswa S2 Malaysia.

Namun, beberapa dokumen yang perlu mulai disiapkan antara lain:

  • paspor;
  • ijazah S1;
  • transkrip akademik;
  • CV;
  • sertifikat IELTS, TOEFL, atau bukti kemampuan bahasa lain yang diterima;
  • surat rekomendasi;
  • LoA universitas apabila diminta;
  • proposal penelitian untuk program berbasis riset; dan
  • dokumen tambahan sesuai skema.

Pada MIS 2026, misalnya, peserta diminta menyediakan dua surat rekomendasi. Proposal penelitian minimal 1.000 kata diperlukan untuk Master’s by Research. Semua berkas yang bukan berbahasa Inggris juga harus disertai terjemahan tersertifikasi.

Karena itu, jangan menyiapkan satu paket dokumen kemudian menganggap dapat digunakan tanpa perubahan untuk semua program.

Mini FAQ

Apakah pengalaman kerja wajib untuk mendaftar beasiswa S2 Malaysia dari LPDP?

Tidak wajib, namun pengalaman kerja bisa menjadi nilai tambah terutama jika relevan dengan bidang studi yang ingin kamu tekuni.

Bagaimana jika belum tahu program studi spesifik saat daftar LPDP?

Sebaiknya tentukan program studi sebelum mendaftar karena rencana studi menjadi bagian penting dalam esai dan wawancara seleksi.

Apakah bisa mengambil persiapan tes LPDP secara mandiri tanpa bimbingan?

Bisa, namun bimbingan profesional, seperti yang tersedia di platform JadiBeasiswa, dapat membantu mempercepat pemahaman dan memfokuskan latihan.

Berapa lama waktu ideal untuk persiapan sebelum mengikuti seleksi LPDP?

Minimal tiga bulan persiapan intensif diperlukan agar kamu bisa menguasai materi tes, menyusun esai, dan melatih wawancara secara efektif.

Apakah nilai TOEFL/IELTS masuk dalam pertimbangan seleksi LPDP untuk studi di Malaysia?

Ya, skor TOEFL atau IELTS merupakan salah satu komponen penting dalam penilaian administrasi dan wajib memenuhi standar universitas tujuan studi.

Ringkasan

Untuk meraih beasiswa S2 Malaysia melalui LPDP, penting memahami tahapan seleksi mulai dari administrasi, tes potensi skolastik, hingga seleksi substansi seperti esai dan wawancara. Komponen penilaian menitikberatkan pada kualitas esai, kemampuan berpikir kritis, kemampuan komunikasi, serta rekam jejak akademik dan pengalaman yang relevan.

Mulai persiapan sejak awal dengan perencanaan terstruktur, latihan soal, penyusunan esai yang tajam, dan simulasi wawancara menjadi kunci sukses. Hindari kesalahan umum seperti esai tidak fokus dan kurang siap saat wawancara. Semangat dan manfaatkan sumber belajar terpercaya agar perjalanan menuju beasiswa S2 Malaysia lebih terarah dan meyakinkan!