Beasiswa BAZNAS 2026 kembali membuka kesempatan bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan biaya pendidikan. Salah satu program yang sedang dibuka adalah Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026, yang ditujukan kepada mahasiswa aktif D4/S1 mulai semester 5.
Pendaftaran berlangsung pada 9–27 September 2026 melalui portal resmi Beasiswa BAZNAS. Program tahun ini menjangkau 246 perguruan tinggi di 35 provinsi, terdiri atas 112 kampus di bawah Kemendiktisaintek dan 134 perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.
Beasiswa BAZNAS 2026 Masih Dibuka

Per 18 September 2026, Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri masih menerima pendaftaran.
Periode pendaftaran adalah:
9–27 September 2026
Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal:
beasiswa.baznas.go.id
BAZNAS juga telah menyediakan panduan, format dokumen, serta FAQ khusus untuk membantu mahasiswa memahami proses pendaftaran.
Artinya, masih ada waktu bagi calon peserta untuk memeriksa kelengkapan berkas sebelum pendaftaran ditutup.
Baca juga: Beasiswa Kuliah 2026 Terbaru untuk S1–S3, Cek Program yang Masih Dibuka dan Deadline
Siapa yang Bisa Mendaftar?
Program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026 ditujukan kepada mahasiswa aktif jenjang D4 atau S1.
Salah satu ketentuan utama yang perlu diperhatikan adalah peserta sudah berada mulai semester 5 dan berasal dari perguruan tinggi yang masuk dalam cakupan program.
Persyaratan umum yang diinformasikan antara lain:
- mahasiswa aktif D4/S1 program reguler;
- minimal berada pada semester 5;
- berasal dari perguruan tinggi mitra BAZNAS;
- memiliki IPK minimal 3,00;
- tidak sedang menerima beasiswa lain yang sejenis;
- memenuhi dokumen serta ketentuan program.
Calon peserta sebaiknya tidak langsung mendaftar sebelum memastikan kampusnya masuk dalam daftar perguruan tinggi yang mengikuti program tahun 2026.
Ada 246 Perguruan Tinggi yang Terlibat
Program tahun ini mempunyai cakupan yang cukup luas.
BAZNAS bersama Kemendiktisaintek membuka Beasiswa Cendekia di 246 perguruan tinggi yang tersebar di 35 provinsi.
Rinciannya terdiri atas:
- 112 perguruan tinggi di bawah Kemendiktisaintek;
- 134 perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama, termasuk Ma’had Aly.
Jumlah kampus yang cukup banyak memberikan kesempatan kepada mahasiswa dari berbagai daerah. Namun, status perguruan tinggi tetap perlu diperiksa melalui panduan resmi karena tidak semua kampus otomatis menjadi peserta program.
Bidang STEM dan SHARE Menjadi Prioritas
Beasiswa Cendekia BAZNAS tahun ini memberi perhatian pada mahasiswa dari dua kelompok bidang besar.Pertama adalah STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics.Kedua adalah SHARE, yang mencakup Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, and Education.Selain bidang studi tersebut, program juga menyasar mahasiswa berprestasi, aktivis, serta mahasiswa penyandang disabilitas.
Dengan demikian, kesempatan tidak hanya tersedia bagi mahasiswa sains dan teknologi. Mahasiswa bidang sosial, humaniora, pendidikan, agama, dan bidang terkait juga dapat melihat ketentuan program sesuai kampus masing-masing.
Benefit UKT hingga Rp7 Juta per Semester
Salah satu manfaat utama program adalah subsidi Uang Kuliah Tunggal atau UKT.
Besaran bantuan dibedakan berdasarkan kategori perguruan tinggi:
Perguruan tinggi prioritas: hingga Rp7 juta per semester.
Perguruan tinggi reguler: hingga Rp4 juta per semester.
Bantuan UKT tersebut diberikan selama empat semester.
Jika dihitung berdasarkan batas maksimal, dukungan UKT untuk kampus prioritas dapat mencapai hingga Rp28 juta selama empat semester, sedangkan kampus reguler hingga Rp16 juta. Nilai yang diterima tetap mengikuti ketentuan program dan kebutuhan biaya pendidikan masing-masing penerima.
Ada Bantuan Riset Tugas Akhir
Manfaat program tidak berhenti pada subsidi UKT.
Penerima juga berkesempatan mendapatkan:
- bantuan riset tugas akhir sebesar Rp3 juta per mahasiswa;
- pembinaan dan pengembangan diri;
- bantuan prestasi;
- dukungan bagi mahasiswa yang mewakili kampus dalam kompetisi nasional maupun internasional.
Program tersebut membuat Beasiswa Cendekia BAZNAS tidak hanya berfungsi sebagai bantuan pembayaran kuliah, tetapi juga mendukung pengembangan mahasiswa sampai mendekati tahap akhir pendidikan.
Baca juga: Beasiswa Prasejahtera LPDP 2026: Cek Syarat, Benefit, dan Jadwal Seleksi
Jadwal Seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026

Rangkaian seleksi berlangsung dari September hingga Oktober 2026.
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran | 9–27 September 2026 |
| Seleksi Administrasi Kampus | 28 September–4 Oktober 2026 |
| Pengumuman Lulus Administrasi | 4 Oktober 2026 |
| Wawancara Tim Seleksi Kampus | 5–18 Oktober 2026 |
| Masa Sanggah | 19–25 Oktober 2026 |
| Pengumuman Akhir | 28 Oktober 2026 |
Jadwal tersebut dipublikasikan BAZNAS dalam informasi pembukaan program tahun 2026.
Per 18 September, peserta masih berada dalam periode pendaftaran. Seleksi administrasi baru dimulai setelah pendaftaran berakhir pada 27 September.
Seleksinya Tidak Sama dengan LPDP
Hal ini penting untuk diperjelas karena Beasiswa BAZNAS dan LPDP merupakan program yang berbeda.
Pada Beasiswa Cendekia BAZNAS Dalam Negeri 2026, tahapan yang diumumkan adalah:
Pendaftaran → Seleksi Administrasi Kampus → Pengumuman Administrasi → Wawancara → Masa Sanggah → Pengumuman Akhir
Karena itu, tidak tepat memasukkan Tes Bakat Skolastik LPDP maupun LGD LPDP sebagai tahapan resmi Beasiswa Cendekia BAZNAS apabila tidak tercantum dalam panduan program.Peserta sebaiknya mempersiapkan diri berdasarkan mekanisme seleksi BAZNAS dan kampus masing-masing.
Apa yang Perlu Disiapkan untuk Seleksi Administrasi?
Tahap administrasi menjadi proses penting setelah pendaftaran ditutup.
Mahasiswa perlu memastikan data yang diberikan sesuai dengan dokumen pendukung. Beberapa hal yang sebaiknya diperiksa antara lain:
- status mahasiswa aktif;
- semester saat ini;
- IPK;
- perguruan tinggi asal;
- dokumen identitas;
- dokumen akademik;
- bukti atau dokumen lain yang dipersyaratkan;
- status penerimaan beasiswa lain.
BAZNAS juga meminta calon pendaftar membaca panduan dan format dokumen resmi sebelum menyelesaikan proses pendaftaran.
Jangan menunggu hari terakhir untuk mengunggah dokumen karena kesalahan format atau berkas yang tidak lengkap dapat menyulitkan proses pendaftaran.
Setelah Administrasi Ada Wawancara
Peserta yang dinyatakan lulus administrasi akan mengikuti wawancara oleh tim seleksi kampus pada 5–18 Oktober 2026.
Karena seleksi wawancara dilakukan oleh tim kampus, peserta sebaiknya memahami kembali seluruh informasi yang disampaikan ketika mendaftar.
Beberapa hal yang dapat dipersiapkan antara lain alasan membutuhkan beasiswa, perjalanan akademik, aktivitas organisasi, prestasi, rencana menyelesaikan studi, serta kontribusi yang ingin diberikan setelah menerima manfaat program.
Jawaban sebaiknya sesuai kondisi sebenarnya dan konsisten dengan dokumen yang telah dikirimkan.
Ada Juga Beasiswa Santri BAZNAS 2026
Selain Beasiswa Cendekia Dalam Negeri, BAZNAS juga menjalankan Beasiswa Santri BAZNAS 2026.
Program tersebut ditujukan kepada santri kelas 12 MA/sederajat dari keluarga duafa untuk mempersiapkan diri menghadapi SNPMB dan masuk perguruan tinggi negeri. Setiap santri memperoleh dukungan senilai Rp4 juta ditambah kegiatan pembinaan.
Namun, pendaftarannya sudah berakhir pada 14 September 2026.
BAZNAS mencatat sebanyak 16.078 santri dari 834 pesantren telah mendaftar. Peserta selanjutnya menjalani seleksi administrasi dan seleksi substansi sesuai ketentuan program.
Jadi, calon peserta perlu membedakan Beasiswa Santri dengan Beasiswa Cendekia Dalam Negeri karena target penerima dan mekanismenya berbeda.
Cara Daftar Beasiswa Cendekia BAZNAS
Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi:
Portal tersebut menjadi sistem digital pengelolaan program beasiswa BAZNAS secara nasional.
Calon peserta dapat membuka panduan resmi terlebih dahulu, memeriksa daftar perguruan tinggi, menyiapkan dokumen, kemudian mengisi formulir sesuai petunjuk.
Pastikan seluruh informasi sudah benar sebelum menyelesaikan pendaftaran.
Mini FAQ
Kalau belum punya pengalaman kerja, masih bisa lolos beasiswa LPDP dan Baznas nggak?
Bisa saja. Banyak peserta fresh graduate yang lolos asalkan mampu menunjukkan potensi akademik, kontribusi nyata, dan motivasi kuat dalam esai dan wawancara.
Bagaimana jika tidak memahami materi tes bakat skolastik dengan baik?
Disarankan untuk ikut bimbingan belajar atau menggunakan platform latihan online agar terbiasa dengan pola soal dan memperbaiki strategi pengerjaan.
Apakah esai harus sangat teknis dan panjang?
Tidak selalu. Esai yang jelas, fokus, dan terstruktur dengan argumen kuat biasanya lebih dihargai daripada yang terlalu panjang dan bertele-tele.
Kalau gagal di tahap wawancara, apakah bisa daftar lagi tahun depan?
Bisa. Asalkan kamu memperbaiki kekurangan dan mempersiapkan diri lebih matang untuk seleksi berikutnya.
Perlukah ikut diskusi kelompok (LGD) untuk beasiswa Baznas?
Tergantung kebijakan tahun berjalan. Namun jika ada, persiapkan kemampuan komunikasi dan kerja sama untuk menghadapi LGD dengan baik.
Ringkasan
Seleksi beasiswa Baznas, yang memiliki kemiripan dengan LPDP, terdiri dari tahapan administrasi, tes bakat skolastik, seleksi esai, wawancara, dan kemungkinan diskusi kelompok. Keberhasilan bergantung pada pemahaman komponen penilaian seperti kualitas esai, kemampuan berpikir kritis, dan komunikasi.
Persiapan yang terencana dengan matang, latihan berulang-ulang, dan kesiapan mental menjadi kunci untuk melewati setiap tahap seleksi dengan lancar. Semangat terus mengasah kemampuan dan jangan ragu mencari sumber belajar terpercaya untuk mendukung suksesmu.




