apakah lpdp bisa untuk s1 – adalah salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan para pelajar SMA dan juga fresh graduate yang sedang menyusun strategi masa depan, apalagi di tengah persaingan ketat beasiswa dan seleksi CASN maupun rekrutmen BUMN yang makin menonjolkan kualitas SDM.
Di era ketika gelar sarjana menjadi “tiket masuk” awal ke dunia kerja formal, memahami peluang beasiswa seperti LPDP bukan hanya soal bisa kuliah gratis, tetapi juga tentang menyiapkan diri agar kelak lebih kompetitif saat melamar CPNS, PPPK, atau posisi prestisius di BUMN.
Selama ini, banyak yang mengira LPDP hanya untuk S2 dan S3. Maka tidak sedikit siswa yang baru lulus SMA merasa LPDP masih “jauh” dari jangkauan, lalu menunda mimpi atau bahkan menyerah karena alasan biaya. Baca Juga beasiswa prasejahtera lpdp dari keluarga pra-sejahtera ke kampus impian tanpa ord

Padahal, di beberapa tahun terakhir, LPDP mulai membuka peluang untuk jenjang S1 melalui program khusus dan kolaborasi dengan kementerian lain. Artinya, kesempatan itu ada, meskipun bentuk dan polanya tidak sesederhana beasiswa reguler S2 dan S3.
Di tengah perubahan kebijakan pendidikan yang dinamis menuju Indonesia Emas 2045, LPDP menjadi salah satu instrumen negara yang sangat strategis untuk mencetak SDM unggul. Jika kamu bisa memahami alur, syarat, dan strategi pendaftarannya sejak dini, maka saat teman-teman lain baru mulai mencari informasi, kamu sudah selangkah lebih siap.
Artikel ini akan membahas tuntas apakah LPDP bisa untuk S1, seperti apa bentuk programnya, apa saja syarat umumnya, sampai bagaimana cara menyusun strategi dari SMA agar peluang lolos beasiswa dan kelak seleksi CASN/BUMN makin besar.
Apakah LPDP Bisa Untuk S1? Pahami Dulu Posisi dan Fokus Utamanya
Sebelum masuk ke teknis, penting untuk menempatkan LPDP secara proporsional. LPDP atau Lembaga Pengelola Dana Pendidikan adalah lembaga di bawah Kementerian Keuangan yang bertugas mengelola dana abadi pendidikan dan menyalurkannya terutama dalam bentuk beasiswa. Sejak awal, fokus terbesar LPDP adalah pendanaan studi S2 (magister) dan S3 (doktor), baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Hal ini tercermin jelas di dokumen resmi dan laman beasiswa reguler LPDP, yang menuliskan bahwa:
- Beasiswa reguler ditujukan untuk program magister dan doktor.
- Durasi pendanaan magister maksimal 24 bulan, sedangkan doktor maksimal 48 bulan.
- Syarat utamanya adalah sudah lulus S1/D4 untuk mendaftar S2 dan lulus S2 untuk mendaftar S3.
- Ada ketentuan IPK minimal, LoA Unconditional dari perguruan tinggi tujuan yang terdaftar di LPDP, dan aturan bahwa program studi harus reguler, bukan kelas eksekutif atau kelas khusus.
Jika melihat dokumen dan laman reguler, sekilas memang seakan mengonfirmasi bahwa LPDP tidak menyediakan beasiswa S1. Di sinilah sering muncul kesimpulan keliru: “Berarti LPDP tidak bisa untuk S1 sama sekali.”
Padahal, kuncinya ada pada kata “reguler”. Untuk S2 dan S3, LPDP memiliki jalur reguler yang jelas, terbuka luas, dan diumumkan secara resmi di halaman utama. Sementara untuk S1, LPDP mengembangkan model lain yang tidak diberi label “reguler”, melainkan dalam bentuk program khusus atau hasil kerja sama dengan kementerian/lembaga lain.
Beberapa poin penting yang perlu kamu pahami:
- Secara prinsip, LPDP bisa untuk S1, tetapi:
- Bukan melalui skema beasiswa reguler seperti S2 dan S3.
- Biasanya dibungkus dalam program kolaborasi, misalnya dengan kementerian pendidikan, kementerian teknis tertentu, atau program pengembangan talenta nasional.
- Sasaran program LPDP S1 umumnya adalah generasi muda berprestasi, misalnya:
- Siswa SMA/SMK/MA/sederajat dengan prestasi talenta.
- Peserta program pembinaan talenta nasional yang dikurasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
- Lulusan sekolah yang menjadi target dari program pengembangan SDM tertentu.
- Informasi beasiswa S1 tidak selalu ditampilkan sejelas S2/S3 di halaman utama LPDP, sehingga banyak yang tidak menyadari keberadaannya. Sering kali informasi rinci justru diumumkan melalui:
- Pengumuman khusus di situs LPDP.
- Kolaborasi yang diumumkan oleh kementerian lain.
- Surat edaran ke sekolah atau lembaga terkait.
Dengan kata lain, jawaban rasional terhadap pertanyaan “apakah LPDP bisa untuk S1” adalah: bisa, tetapi tidak dalam bentuk beasiswa reguler terbuka seperti S2/S3. Harus lewat jalur program khusus yang biasanya bersifat lebih selektif dan terarah.
Mengenal Program Beasiswa LPDP S1: Skema, Cakupan, dan Karakternya
Untuk bisa memanfaatkan peluang, kamu perlu mengenali bentuk konkret program LPDP S1 yang sudah berjalan ataupun dikembangkan belakangan ini. Meskipun detail tiap tahun bisa berubah, pola besarnya cenderung mirip.
1. Karakter Umum Program LPDP S1
Program LPDP untuk jenjang S1 umumnya memiliki ciri:
- Berbasis kolaborasi lintas kementerian atau lembaga, misalnya antara:
- LPDP (Kementerian Keuangan) sebagai pengelola dana.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Atau kementerian/lembaga lain yang memiliki program pengembangan talenta/pelajar unggul.
- Menargetkan pelajar usia sekolah:
- Umumnya peserta didik kelas XI SMA/SMK/MA/sederajat.
- Artinya kamu sudah harus mulai berprestasi dan menyiapkan diri bahkan sebelum lulus.
- Menggunakan pendekatan talenta dan prestasi:
- Bukan sekadar nilai rapor atau IPK, tetapi pencapaian di bidang akademik maupun nonakademik.
- Prestasi ini biasanya dikurasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) atau lembaga resmi terkait.
Dengan pola seperti ini, LPDP S1 biasanya tidak dibuka seperti “Beasiswa LPDP Reguler S1” yang bisa diakses semua lulusan SMA. Sebaliknya, ia menempel pada program yang sudah punya basis peserta tertentu, misalnya pemenang kompetisi nasional, penerima pembinaan talenta, atau siswa terpilih dari sekolah unggulan.
2. Cakupan Pendanaan: Apa Saja yang Dibiayai?
Meskipun berbentuk program khusus, besaran dukungan LPDP untuk S1 tidak main-main. Berdasarkan skema yang pernah berjalan, cakupan biaya umumnya meliputi:
- Biaya pendidikan (tuition fee):
- Uang kuliah di perguruan tinggi tujuan.
- Dalam beberapa kasus, juga mencakup biaya penunjang akademik seperti praktikum atau kegiatan wajib kampus lainnya.
- Biaya hidup bulanan:
- Uang saku rutin untuk kebutuhan sehari-hari selama kuliah.
- Besaran biasanya disesuaikan dengan lokasi kampus (dalam atau luar negeri, kota besar atau non-metropolitan).
- Biaya makan dan kebutuhan dasar lain:
- Dalam beberapa skema, komponen biaya makan dihitung masuk ke dalam uang saku, atau disajikan terpisah sebagai living allowance.
- Jika luar negeri, bisa mencakup biaya tambahan:
- Tiket pesawat keberangkatan dan kepulangan.
- Asuransi kesehatan.
- Biaya penunjang awal seperti settlement allowance.
Intinya, bila berhasil lolos, kamu bukan hanya “gratis SPP”, tetapi benar-benar dibiayai secara komprehensif, sehingga bisa fokus belajar dan mengembangkan diri.
3. Tujuan Pendidikan: Dalam Negeri dan Luar Negeri
Program LPDP S1 tidak hanya membiayai kuliah di dalam negeri, tetapi juga berpotensi mendukung:
- Perguruan tinggi dalam negeri:
- Misalnya PTN besar seperti UI, UGM, ITB, IPB, ITS, Unair, dan lain-lain.
- Juga perguruan tinggi lain yang relevan dengan program dan sudah disetujui dalam skema kerjasama.
- Perguruan tinggi luar negeri:
- Sasarannya biasanya kampus yang sudah terekognisi baik oleh LPDP maupun kementerian terkait.
- Cocok untuk talenta yang diproyeksikan sebagai calon pemimpin, peneliti, atau profesional di bidang strategis.
Di sini, program LPDP S1 sejalan dengan visi besar “SDM Indonesia Maju 2045,” yaitu mengirim talenta terbaik sejak jenjang sarjana ke lingkungan akademik berkualitas, agar saat kembali, mereka siap mengisi posisi kunci, termasuk di kementerian, lembaga negara, BUMN, maupun sector strategis lain.
4. Kaitan Dengan Seleksi CASN dan BUMN di Masa Depan
Kenapa ini relevan dengan CASN dan BUMN?
- Banyak formasi CASN dan posisi BUMN yang mensyaratkan minimal S1 dengan jurusan tertentu.
- Dalam praktik seleksi, pelamar dengan rekam jejak beasiswa bergengsi seperti LPDP sering dipandang:
- Lebih serius dalam pengembangan diri.
- Lebih terbiasa dengan standar akademik tinggi.
- Lebih terlatih dalam disiplin dan manajemen waktu.
Walaupun beasiswa tidak otomatis membuatmu lolos CASN/BUMN, ia memberi modal reputasi dan jejaring yang sangat membantu. Sejak S1, kamu akan terbiasa dengan target IPK, kemampuan bahasa, dan aktivitas organisasi yang semuanya juga menjadi nilai tambah saat seleksi kerja.
Maka, memanfaatkan peluang LPDP S1 bukan hanya soal “kuliah gratis,” tetapi menyusun jalur karier jangka panjang dengan lebih terstruktur.
Karena bentuk program LPDP S1 relatif spesifik, syaratnya pun lebih terarah. Berdasarkan program yang sudah berjalan, syarat umum yang sering muncul meliputi:
1. Warga Negara Indonesia
Syarat mutlak pertama adalah WNI. Ini logis karena LPDP dibiayai dari dana abadi pendidikan Republik Indonesia dan ditujukan untuk pengembangan SDM nasional.
Implikasinya:
- Kamu perlu menyiapkan dokumen kewarganegaraan yang jelas, seperti KTP atau KK (sesuai ketentuan).
- Bila kamu saat ini sekolah di luar negeri namun berstatus WNI, tetap punya peluang, selama memenuhi syarat lain.
2. Status Peserta Didik: Umumnya Kelas XI SMA/SMK/MA/Sederajat
Dalam beberapa skema, target pesertanya adalah:
- Siswa kelas XI SMA/SMK/MA/sederajat, biasanya semester 1.
- Artinya, kamu harus mulai serius mempersiapkan diri sejak kelas X, karena:
- Waktu untuk membangun prestasi dan portofolio terbatas.
- Banyak kompetisi bergengsi yang butuh latihan panjang, bukan sekadar “ikut sekali langsung juara”.
Dengan status ini, LPDP S1 terasa “lebih dini” daripada beasiswa reguler S2/S3. Namun ini justru kelebihan, karena kamu bisa merencanakan masa depan sejak awal, bukan menunggu sampai lulus S1 baru mulai berpikir beasiswa.
3. Kemampuan Akademik Baik dan Prestasi Talenta
Salah satu pembeda utama LPDP S1 adalah penekanan pada prestasi talenta. Tidak cukup hanya nilai raport bagus, tetapi:
- Ada bukti konkret prestasi, baik dari ajang kompetisi maupun non-ajang.
- Prestasi ini dikurasi dan diakui oleh lembaga kredibel, misalnya Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Prestasi talenta bisa meliputi:
- Akademik: olimpiade sains, kompetisi matematika, fisika, kimia, biologi, ekonomi, dan sejenisnya.
- Non-akademik: seni, olahraga, teknologi, riset, kewirausahaan, desain, dan lain-lain.
- Kegiatan non-ajang yang diakui: misalnya keterlibatan dalam proyek inovasi, penelitian, atau program pengembangan talenta yang disertai rekomendasi resmi.
Untuk kamu yang bercita-cita mendapatkan LPDP S1, ini berarti:
- Mulailah fokus pada satu atau beberapa bidang talenta yang betul-betul kamu minati.
- Ikuti pembinaan, pelatihan, dan kompetisi secara konsisten, bukan hanya sekali lalu berhenti.
- Simpan seluruh sertifikat, piagam, serta bukti keikutsertaan, karena itu bisa menjadi bahan seleksi.
4. Rekomendasi dari Pimpinan Terkait
Program LPDP S1 umumnya tidak hanya melihat prestasi individu di atas kertas, tetapi juga:
- Membutuhkan rekomendasi dari pihak berwenang, misalnya:
- Kepala sekolah.
- Pembina ekstrakurikuler.
- Pimpinan lembaga yang menaungi program talenta.
Rekomendasi ini menggambarkan:
- Karakter, integritas, dan etika belajar kamu.
- Konsistensi prestasi, bukan sekadar kemenangan sesaat.
- Potensi kamu untuk berkembang jika diberikan kesempatan beasiswa.
Karena itu, penting untuk:
- Menjaga hubungan baik dengan guru dan pembina, terutama yang sering berinteraksi dengan kamu.
- Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab, dan sikap yang positif, bukan hanya fokus pada nilai.
5. Komitmen Nilai IP Selama Studi S1
Meskipun kamu mendaftar saat masih SMA, LPDP sudah menanamkan standar akademik jangka panjang dengan komitmen IPK minimal:
- Untuk S1: komitmen menjaga IP minimal sekitar 3,00 selama masa studi.
- Untuk jenjang lanjut (S2/S3), LPDP biasa mensyaratkan IPK minimal 3,25.
Komitmen ini biasanya dituangkan dalam pernyataan bermaterai atau bentuk kesepakatan lain. Konsekuensinya:
- Penerima beasiswa tidak bisa “santai” setelah dinyatakan lolos.
- Jika IP jatuh jauh di bawah standar dan tidak bisa diperbaiki, bisa ada konsekuensi administratif, termasuk penghentian beasiswa atau kewajiban tertentu sesuai perjanjian.
Secara tidak langsung, ini melatih kamu untuk:
- Terbiasa mengelola waktu dan prioritas.
- Mampu menyeimbangkan antara kegiatan organisasi, prestasi, dan akademik.
- Disiplin sejak awal, kualitas yang kelak sangat dicari di dunia kerja, termasuk CASN dan BUMN.
6. Syarat 2025 dan Seterusnya: Dinamis, Perlu Cek Berkala
Untuk tahun 2025 ke 2026 dan seterusnya, ketentuan beasiswa LPDP bisa berubah mengikuti:
- Kebijakan nasional pendidikan.
- Fokus talenta dan bidang prioritas negara.
- Evaluasi pelaksanaan program sebelumnya.
Maka, meskipun gambaran umumnya bisa kita pahami sekarang, kamu tetap perlu:
- Rutin mengecek situs resmi LPDP untuk melihat apakah ada program S1 yang dibuka.
- Memantau juga informasi dari Kementerian Pendidikan, lembaga talenta, serta sekolah.
- Mengikuti pengumuman terkait SNPMB (SNBP/SNBT) karena bisa berhubungan dengan jalur masuk PTN dan sinkronisasi program beasiswa.
Untuk kamu yang berencana kuliah sekitar 2026, logikanya adalah: siapkan diri sekarang, sesuaikan strategi saat pengumuman resmi keluar. Jangan menunggu pengumuman baru mulai belajar dan mencari prestasi, itu terlalu terlambat.

Cara Daftar dan Strategi Praktis Menuju LPDP S1
Setelah memahami gambaran besar dan syarat umum, pertanyaan lanjutannya adalah: bagaimana cara mempersiapkan dan mendaftar, mengingat programnya tidak selalu muncul jelas di halaman utama?
1. Alur Pendaftaran Umum
Meskipun detail tiap program bisa berbeda, pola pendaftarannya biasanya melibatkan:
- Pengumuman resmi program:
- Di situs LPDP.
- Di situs kementerian mitra.
- Melalui surat edaran ke sekolah atau lembaga pembina talenta.
- Pendaftaran online melalui portal LPDP:
- Membuat akun di situs resmi LPDP.
- Mengisi data diri, data akademik, dan prestasi.
- Mengunggah dokumen seperti rapor, sertifikat, rekomendasi, dan lain-lain.
- Seleksi administrasi dan substansi:
- Seleksi berkas untuk memastikan kamu memenuhi syarat.
- Bisa disertai tes potensi akademik, tes kebangsaan, atau tes bahasa, tergantung skema.
- Wawancara, baik daring maupun luring.
- Pengumuman penerima beasiswa dan penempatan PT:
- Setelah dinyatakan lolos, kamu akan diarahkan ke perguruan tinggi tujuan yang sudah ditetapkan atau sudah kamu pilih dalam skema.
Untuk program yang terkait SNPMB (SNBP/SNBT):
- Ada kemungkinan LPDP S1 diselaraskan dengan hasil seleksi PTN nasional.
- Artinya, kamu perlu:
- Memastikan strategi memilih jurusan dan kampus yang sejalan dengan fokus program LPDP.
- Menjaga performa akademik di sekolah agar peluang lolos SNBP tetap terbuka, sambil mempersiapkan SNBT bila dibutuhkan.
2. Persiapan Jauh Hari: Bukan Sistem Kebut Semalam
Persiapan LPDP S1 bukan hanya soal mengumpulkan dokumen administratif menjelang pendaftaran. Yang jauh lebih penting adalah proses bertahun-tahun menjelang itu, antara lain:
- Bangun prestasi sejak awal:
- Ikut lomba, olimpiade, atau kompetisi sesuai minat.
- Bila gagal sekali, jadikan pengalaman untuk persiapan kompetisi berikutnya.
- Perkuat nilai rapor dan kemampuan dasar:
- Math, sains, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris sering menjadi fondasi berbagai tes.
- Latih kemampuan menulis dan berbicara:
- Banyak seleksi beasiswa membutuhkan esai motivasi.
- Wawancara akan mengecek apakah motivasimu tulus dan realistis.
Untuk siswa kelas X atau XI yang membaca ini, waktu kamu masih sangat berharga. Bahkan kalaupun nanti kamu belum berjodoh dengan program LPDP S1, semua bekal ini akan sangat membantu jika kamu mencoba beasiswa lain di dalam maupun luar negeri.
3. Manfaatkan Layanan Konsultasi dan Pendampingan
Tidak semua siswa punya guru pembimbing beasiswa di sekolah. Di sinilah peran platform pendamping, bimbingan belajar, atau komunitas pemburu beasiswa menjadi penting. Mereka bisa membantu:
- Mengulas ulang CV dan portofolio prestasi.
- Memberi simulasi wawancara beasiswa.
- Memberi saran pemilihan jurusan dan kampus yang realistis tetapi tetap strategis.
Kamu tidak wajib memakai jasa pendamping, tetapi bila kamu merasa bingung atau tidak punya teman diskusi yang memahami dunia beasiswa internasional dan nasional, pendamping bisa menghemat banyak waktu dan energi.
Pastikan saja:
- Kamu tetap melakukan riset mandiri ke situs resmi LPDP.
- Informasi dari pihak mana pun selalu kamu cek ulang pada dokumen resmi, karena beasiswa negara sifatnya sangat tertib aturan dan update.
Bedakan LPDP S1 dengan LPDP Reguler S2/S3, Jangan Salah Kaprah
Banyak pelajar SMA atau mahasiswa yang bingung karena mencampuradukkan informasi S1 dan S2/S3. Untuk menghindari salah kaprah, kamu perlu melihat perbandingan kunci:
1. Status Program
- LPDP S1:
- Program khusus atau kolaborasi.
- Tidak selalu dibuka setiap tahun untuk publik luas.
- Kriteria sering berfokus pada prestasi talenta pelajar.
- LPDP Reguler S2/S3:
- Jalur utama, diumumkan jelas setiap periode.
- Bisa diikuti oleh semua WNI yang sudah lulus S1/D4 (untuk S2) atau S2 (untuk S3) dan memenuhi syarat.
- Memiliki panduan teknis lengkap dan relatif stabil dari tahun ke tahun.
2. Syarat Akademik
- S1:
- Fokus pada prestasi talenta dan nilai rapor yang baik.
- Status masih siswa, belum punya IPK kuliah.
- S2/S3:
- Mensyaratkan IPK minimal, biasanya 3,00 untuk S2 dari jenjang S1, dan lebih tinggi lagi untuk S3.
- Ada kewajiban LoA Unconditional dari PT yang terdaftar, atau memilih beberapa PT tujuan jika belum punya LoA.
3. Pola Persiapan
- LPDP S1:
- Mulai dari SMA dengan prestasi lomba dan pengembangan talenta.
- Menuntut kedisiplinan sejak usia remaja.
- LPDP S2/S3:
- Persiapan utama di akhir S1 atau saat sudah bekerja.
- Fokus pada pengalaman riset, pengalaman kerja, dan rencana kontribusi pasca studi.
Mengetahui ini akan membantumu menyusun dua skenario:
- Skenario 1: Berhasil LPDP S1 lalu lanjut LPDP S2 atau S3.
- Skenario 2: Tidak terjangkau LPDP S1, tetapi tetap kuliah (mungkin dengan beasiswa lain), kemudian menargetkan LPDP reguler S2/S3.
Keduanya sama-sama terhormat dan berpeluang mengantar kamu menjadi SDM unggul yang dicari CASN, BUMN, dan dunia profesional lainnya. Yang penting adalah konsistensi dan kesiapan, bukan harus lewat satu jalur tertentu saja.
Tanpa harus menunggu semuanya serba pasti, kamu bisa mulai bergerak dari sekarang. Pertanyaan apakah lpdp bisa untuk s1 bukan lagi sekadar isu, tetapi bisa kamu jawab dengan tindakan konkret: memperbaiki prestasi, mengasah talenta, dan membangun karakter yang layak dikenai kepercayaan negara melalui beasiswa. Baca Juga beasiswa prasejahtera lpdp dari keluarga pra-sejahtera ke kampus impian tanpa ord
Kalaupun nanti jalur LPDP S1 belum terbuka luas atau kamu belum berjodoh dengannya, semua usaha yang kamu lakukan untuk bersiap tidak akan sia-sia. Itu akan membuatmu lebih siap menghadapi beasiswa S2/S3 LPDP, seleksi CASN, rekrutmen BUMN, maupun peluang kerja lain yang menuntut kompetensi dan integritas tinggi.
Jangan menunggu pengumuman baru belajar serius. Jadikan setiap hari sebagai investasi kecil menuju masa depan yang kamu inginkan. Jika kamu hari ini masih di bangku SMA, sadarilah bahwa kamu sedang berada di titik awal yang sangat strategis. Kalau kamu sudah di bangku kuliah, jadikan informasi ini sebagai pengingat bahwa ada jenjang beasiswa berikutnya yang bisa kamu kejar.
Negara sedang menyiapkan berbagai instrumen untuk mendukung SDM berkualitas, tetapi hanya mereka yang benar-benar mempersiapkan diri sejak dini yang akan mampu memanfaatkannya. Saat orang lain masih bertanya-tanya apakah peluang itu nyata, kamu bisa menjadi salah satu yang sudah siap melompat ketika pintunya dibuka.
Sumber Referensi :
- LPDP.KEMENKEU.GO.ID – Beasiswa Reguler
- LDPD.KEMENKEU.GO.ID – Beasiswa Reguler 2025
- BLOG.SCHOTERS.COM – Beasiswa LPDP S1: Syarat, Jenis, Cara Daftar
- GLOBALPRESTASI.SCH.ID – Beasiswa LPDP S1 Untuk Pelajar Berprestasi
Program Value Jadi Beasiswa 2025
“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”


📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiBeasiswa: Temukan aplikasi JadiBeasiswa di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiBeasiswa Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELLPDP” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiBeasiswa karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal LPDP 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal lpdp 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi lpdp 2025
- Ratusan Latsol lpdp 2025
- Puluhan paket Simulasi lpdp 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya





