Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026 telah dibuka untuk calon mahasiswa jenjang magister dan doktor. Periode pendaftarannya berlangsung pada 30 Juni–31 Juli 2026 melalui portal resmi LPDP.
Dibandingkan ketentuan sebelumnya, terdapat beberapa penyesuaian yang perlu diperhatikan. Aturan baru LPDP 2026 Tahap 2 mencakup kelonggaran sertifikat bahasa Inggris, penghapusan personal statement, perubahan format profil diri, penambahan universitas unggulan, serta penguatan prioritas pada bidang STEM dan industri strategis.
Perubahan tersebut memang memberikan kemudahan, tetapi bukan berarti seluruh persyaratan dihapus. Pendaftar tetap harus memenuhi syarat sesuai program, kategori, jenjang, tujuan studi, dan kepemilikan LoA Unconditional.
Daftar Isi
- 1. Apa Saja Program LPDP Tahap 2 Tahun 2026?
- 2. Fokus Kelulusan Berubah Menjadi Berorientasi Dampak
- 3. Sertifikat Bahasa Tidak Wajib bagi Pemilik LoA
- 4. Pilihan Tes Bahasa Semakin Luas
- 5. Ketentuan Bahasa bagi Pendaftar Afirmasi
- 6. Personal Statement Resmi Dihapus
- 7. Esai Kontribusi Tetap Dipertahankan
- 8. Universitas Unggulan Bertambah
- 9. Ketentuan Seleksi bagi Pemilik LoA
- 10. Pilihan Program Studi dan Perguruan Tinggi
- 11. Jadwal Lengkap LPDP Tahap 2 Tahun 2026
- 12. Tips Menyesuaikan Dokumen Pendaftaran
- 13. Persiapan melalui jadibeasiswa.id
- 14. Kesimpulan
- 15. FAQ
- 16. Referensi
Apa Saja Program LPDP Tahap 2 Tahun 2026?
LPDP membuka dua program utama pada Tahap 2 Tahun 2026, yaitu:
- Beasiswa STEM Industri Strategis;
- Beasiswa SHARE.
Beasiswa STEM Industri Strategis berfokus pada bidang kesehatan, pangan, energi, pertahanan, digitalisasi, kecerdasan artifisial, semikonduktor, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, kewirausahaan, serta industri kreatif.
LPDP juga mengakomodasi bidang pendukung industri strategis atau STEM-related, seperti hukum, kebijakan publik, bisnis, dan ekonomi.
Sementara itu, SHARE mencakup bidang sosial, humaniora, seni untuk masyarakat, keagamaan, pendidikan, ekonomi, budaya, serta bidang lain yang mendukung pembangunan nasional.
Selain program utama tersebut, Tahap 2 juga menyediakan skema kemitraan, double degree atau joint degree, kerja sama khusus, Akselerasi Universitas Unggulan, Doctor by Research, dan sejumlah program non-degree.
Baca juga: Skor Minimal Duolingo untuk LPDP 2026: Cek Syarat S2 dan S3

Fokus Kelulusan Berubah Menjadi Berorientasi Dampak
Salah satu aturan baru LPDP 2026 Tahap 2 yang paling penting adalah penguatan pendekatan dari education-centric menjadi impact-driven.
Artinya, LPDP tidak hanya menilai keinginan peserta untuk melanjutkan pendidikan. Pilihan program studi dan rencana kontribusi juga perlu menunjukkan dampak yang relevan bagi pembangunan Indonesia.
LPDP memprioritaskan minimal 80 persen alokasi atau proporsi kelulusan untuk bidang STEM, STEM-related, dan industri strategis. Bidang SHARE memperoleh alokasi maksimal 20 persen.
Pembagian tersebut bukan berarti pendaftar SHARE tidak mempunyai peluang. Namun, peserta perlu memilih bidang secara tepat dan mampu menjelaskan hubungan antara studi, pengalaman, masalah yang ingin diselesaikan, serta kontribusi setelah lulus.
Sertifikat Bahasa Tidak Wajib bagi Pemilik LoA
Kelonggaran utama pada LPDP Tahap 2 Tahun 2026 berlaku bagi pendaftar yang sudah mempunyai LoA Unconditional sesuai ketentuan LPDP.
Pendaftar tujuan dalam maupun luar negeri yang memiliki LoA Unconditional tidak diwajibkan mengunggah sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Ketentuan ini mencakup kategori afirmasi dan nonafirmasi sesuai persyaratan masing-masing program.
Namun, LoA yang digunakan harus memenuhi ketentuan LPDP, antara lain:
- mencantumkan nama lengkap pendaftar;
- memuat jenjang dan program studi;
- mencantumkan waktu mulai perkuliahan;
- sesuai dengan pilihan dalam aplikasi;
- tidak memiliki persyaratan yang dapat mengubah status penerimaan.
Persyaratan seperti sponsor pendanaan, penyerahan dokumen fisik, atau pembayaran deposit setelah pengumuman akhir masih dapat diterima selama tidak berisiko membatalkan status penerimaan mahasiswa.
Pilihan Tes Bahasa Semakin Luas
Bagi pendaftar yang belum mempunyai LoA Unconditional, sertifikat bahasa masih diperlukan sesuai kategori dan tujuan studi.
Pada aturan baru LPDP 2026 Tahap 2, pilihan tes bahasa diperluas. Pendaftar nonafirmasi tujuan luar negeri dapat menggunakan Duolingo English Test sebagai salah satu alternatif selain TOEFL iBT, IELTS, dan PTE Academic.
Untuk tujuan dalam negeri, LPDP juga menambahkan pilihan TOEP serta tes kemampuan bahasa Inggris dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri yang telah diakui.
LPDP bekerja sama dengan 35 perguruan tinggi dalam negeri untuk menyediakan hasil tes bahasa yang dapat digunakan dalam kelengkapan dokumen kategori umum maupun afirmasi sesuai ketentuan program.
Skor minimal tetap berbeda menurut jenjang, tujuan, program, dan kategori peserta. Karena itu, jangan menggunakan batas skor satu program sebagai acuan untuk seluruh pendaftaran LPDP.
Ketentuan Bahasa bagi Pendaftar Afirmasi
LPDP memberikan kelonggaran khusus kepada kelompok afirmasi.
Pendaftar afirmasi tujuan dalam negeri tetap tidak diwajibkan memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris. Untuk tujuan luar negeri, pendaftar yang sudah memiliki LoA Unconditional juga tidak perlu mengunggah sertifikat bahasa.
Pendaftar afirmasi luar negeri yang belum mempunyai LoA memperoleh tambahan pilihan tes dari pusat bahasa perguruan tinggi dalam negeri sesuai daftar LPDP.
Khusus kategori Putra-Putri Papua, LPDP tidak menetapkan persyaratan IPK minimal maupun sertifikat kemampuan bahasa Inggris, baik untuk tujuan dalam negeri maupun luar negeri.
Keringanan tersebut tidak menghapus persyaratan lain. Pendaftar tetap harus memenuhi dokumen identitas kategori afirmasi, batas usia, ketentuan program studi, serta persyaratan tambahan yang tercantum pada program pilihannya.
Personal Statement Resmi Dihapus
Perubahan berikutnya adalah penghapusan kewajiban menulis personal statement.
Pada Tahap 2 Tahun 2026, pengenalan karakter pendaftar dialihkan ke bagian Profil Diri yang disusun secara lebih ringkas dan terstruktur. Pendaftar dapat diminta menuliskan poin-poin seperti:
- kekuatan diri;
- kelemahan diri;
- pengalaman yang membanggakan;
- pengalaman yang kurang membanggakan;
- riwayat pendidikan yang tidak diselesaikan jika ada;
- pengalaman organisasi atau prestasi.
Perubahan ini bertujuan membuat informasi mengenai diri pendaftar lebih langsung dan mudah dipahami.
Meski formatnya lebih ringkas, isinya tetap harus ditulis dengan jujur. Informasi yang dicantumkan dapat diperiksa kembali saat seleksi administrasi maupun wawancara substansi.
Esai Kontribusi Tetap Dipertahankan
Penghapusan personal statement bukan berarti LPDP menghapus seluruh tulisan atau esai pendaftaran.
Pendaftar tetap harus menulis komitmen kembali ke Indonesia, rencana pascastudi, dan rencana kontribusi di Indonesia. Berdasarkan penjelasan resmi LPDP, tulisan kontribusi tersebut dipertahankan dengan batas maksimal 1.500 kata.
Rencana kontribusi perlu berkaitan dengan:
- bidang studi yang dipilih;
- masalah yang ingin diselesaikan;
- pengalaman sebelumnya;
- pihak yang akan dilibatkan;
- langkah setelah lulus;
- sasaran penerima manfaat;
- indikator keberhasilan.
Pendaftar STEM sebaiknya menghubungkan kontribusi dengan industri strategis. Pendaftar SHARE perlu menunjukkan manfaat di bidang sosial, budaya, pendidikan, humaniora, keagamaan, ekonomi, atau bidang terkait.
Universitas Unggulan Bertambah
Daftar Universitas Unggulan juga mengalami perluasan. Jumlahnya bertambah dari 17 menjadi 31 universitas.
Komposisinya terdiri atas:
- 17 universitas unggulan untuk seluruh program studi;
- 14 universitas tambahan khusus program studi STEM.
Tambahan kampus tersebut mencakup perguruan tinggi di Asia, Eropa, dan Amerika. Daftar perguruan tinggi tujuan dalam negeri, luar negeri, double degree, joint degree, STEM Industri Strategis, SHARE, dan Beasiswa Keolahragaan juga diperbarui.
Jalur yang sebelumnya dikenal sebagai Perguruan Tinggi Utama Dunia atau PTUD kini dikembangkan melalui program Akselerasi Universitas Unggulan.
Untuk pendaftar magister STEM pada program Akselerasi Universitas Unggulan, LoA Unconditional harus sudah dimiliki ketika mendaftar. Pendaftar doktor memperoleh ketentuan berbeda berupa kesempatan membuktikan bahwa proses pendaftaran universitas sedang berlangsung.
Ketentuan Seleksi bagi Pemilik LoA
Pendaftar program utama umumnya menjalani tiga tahap:
- Seleksi Administrasi;
- Seleksi Bakat Skolastik;
- Seleksi Substansi.
Namun, peserta yang mempunyai LoA Unconditional sesuai ketentuan LPDP dapat langsung melanjutkan dari Seleksi Administrasi ke Seleksi Substansi tanpa mengikuti Seleksi Bakat Skolastik.
Ketentuan langsung ke substansi juga berlaku bagi pendaftar Afirmasi Penyandang Disabilitas pada program utama.
Pemilik LoA tetap harus lolos Seleksi Administrasi. LoA yang tidak sesuai dengan jenjang, program studi, kampus, atau waktu mulai studi dapat menyebabkan pendaftar tidak memenuhi persyaratan.
Pilihan Program Studi dan Perguruan Tinggi
Pendaftar tanpa LoA pada program SHARE dapat memilih maksimal tiga program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan bidang beasiswa.
Pendaftar yang sudah mempunyai LoA hanya dapat memilih satu program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan dokumen LoA tersebut.
LPDP juga menyediakan mekanisme pemilihan kampus atau program studi di luar daftar resmi. Namun, pendaftar harus memenuhi persyaratan mutu, akreditasi, peringkat, atau reputasi yang ditentukan. Persetujuannya diberikan LPDP pada tahap Seleksi Administrasi.
Jangan hanya memeriksa nama universitas. Pastikan program studi, jenjang, jenis kelas, serta lokasi perkuliahan juga memenuhi ketentuan.
LPDP pada umumnya tidak mendanai kelas eksekutif, kelas karyawan, kelas jarak jauh, kelas di luar kampus induk, maupun kelas internasional untuk tujuan dalam negeri.
Jadwal Lengkap LPDP Tahap 2 Tahun 2026
Berikut jadwal program utama Tahap 2:
| Tahapan | Jadwal |
|---|---|
| Pendaftaran | 30 Juni–31 Juli 2026 |
| Seleksi Administrasi | 3–27 Agustus 2026 |
| Pengumuman Administrasi | 28 Agustus 2026 |
| Pengajuan Sanggah | 29 Agustus–1 September 2026 |
| Pengumuman Hasil Sanggah | 22 September 2026 |
| Simulasi SBS | 27–28 September 2026 |
| Seleksi Bakat Skolastik | 29 September–4 Oktober 2026 |
| Pengumuman Hasil SBS | 9 Oktober 2026 |
| Seleksi Substansi | 14 Oktober–20 November 2026 |
| Pengumuman Hasil Akhir | 30 November 2026 |
| Perkuliahan paling cepat | Januari 2027 |
Peserta SBS wajib mengikuti simulasi sesuai jadwal LPDP. Sanggah hanya digunakan untuk mengklarifikasi hasil Seleksi Administrasi dan tidak dapat digunakan untuk mengganti atau menambah dokumen yang tidak disampaikan saat pendaftaran.
Baca juga: Tips Jawaban Kontribusi LPDP agar Konkret, Terukur, dan Meyakinkan

Tips Menyesuaikan Dokumen Pendaftaran
Setelah memahami aturan baru LPDP 2026 Tahap 2, lakukan beberapa pemeriksaan berikut sebelum melakukan submit:
- Pastikan memilih program dan kategori pendaftar yang benar.
- Periksa apakah sertifikat bahasa masih diwajibkan.
- Pastikan LoA benar-benar berstatus unconditional.
- Sesuaikan program studi dan kampus dengan aplikasi.
- Isi Profil Diri secara jujur dan ringkas.
- Susun kontribusi yang konkret dan relevan.
- Periksa masa berlaku surat rekomendasi.
- Pastikan ijazah dan transkrip dapat terbaca.
- Lengkapi penyetaraan ijazah bagi lulusan luar negeri.
- Lakukan submit sebelum batas akhir.
Jangan menunggu malam terakhir pendaftaran. LPDP juga mengingatkan peserta untuk menghindari pengiriman dokumen pada waktu yang terlalu dekat dengan tenggat karena dapat terjadi kendala sistem. Seluruh proses pendaftaran LPDP tidak dipungut biaya.
Persiapkan Seleksi melalui jadibeasiswa.id
Perubahan ketentuan dapat membuat strategi pendaftaran tahun sebelumnya tidak lagi sepenuhnya relevan. Pendaftar perlu menyesuaikan Profil Diri, esai kontribusi, dokumen bahasa, pilihan kampus, dan persiapan wawancara dengan panduan 2026.
Materi serta latihan di jadibeasiswa.id dapat digunakan untuk membantu menyusun persiapan secara lebih terarah. Tetap jadikan portal dan buku panduan resmi LPDP sebagai rujukan utama sebelum mengirim aplikasi.
Kesimpulan
Aturan baru LPDP 2026 Tahap 2 memberikan sejumlah kemudahan bagi pendaftar. Pemilik LoA Unconditional tidak wajib mengunggah sertifikat bahasa, pilihan tes bahasa diperluas, dan personal statement diganti dengan Profil Diri yang lebih ringkas.
LPDP juga memperluas daftar Universitas Unggulan dari 17 menjadi 31 kampus. Meski demikian, esai komitmen kembali dan kontribusi tetap wajib diisi.
Arah seleksi semakin berorientasi pada dampak. Minimal 80 persen alokasi diprioritaskan bagi STEM, STEM-related, dan industri strategis, sedangkan SHARE maksimal 20 persen.
Sebelum mendaftar, cocokkan seluruh persyaratan dengan program dan kategori pilihanmu. Kelonggaran pada satu kategori belum tentu berlaku pada kategori lainnya.
FAQ
Apa saja aturan baru LPDP 2026 Tahap 2?
Perubahan utamanya meliputi kelonggaran syarat bahasa, penghapusan personal statement, penggunaan Profil Diri, penambahan Universitas Unggulan, dan prioritas minimal 80 persen untuk STEM.
Apakah personal statement LPDP 2026 dihapus?
Ya. Personal statement dihapus dan diganti dengan Profil Diri yang lebih terstruktur. Namun, tulisan mengenai komitmen kembali, pascastudi, dan kontribusi tetap diwajibkan.
Apakah pemilik LoA masih wajib mengunggah TOEFL atau IELTS?
Tidak, selama LoA Unconditional yang dimiliki memenuhi seluruh ketentuan LPDP.
Apakah pendaftar tanpa LoA tetap bisa mendaftar?
Bisa. Pendaftar tanpa LoA dapat memilih maksimal tiga program studi dan perguruan tinggi pada program utama sesuai ketentuan.
Kapan pendaftaran LPDP Tahap 2 Tahun 2026 ditutup?
Pendaftaran ditutup pada 31 Juli 2026. Peserta perlu melakukan submit agar memperoleh kode registrasi resmi.
Referensi
- LPDP Kementerian Keuangan — Dibuka Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap 2 Tahun 2026: Kelonggaran Bahasa, Penghapusan Personal Statement, dan Penambahan Universitas Unggulan.
- LPDP Kementerian Keuangan — Siaran Pers Pembukaan Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026.
- LPDP Kementerian Keuangan — Pendaftaran dan Jadwal Seleksi Beasiswa Tahap 2 Tahun 2026.
- LPDP Kementerian Keuangan — Beasiswa STEM Industri Strategis Tahun 2026.
- LPDP Kementerian Keuangan — Beasiswa SHARE Tahap 2 Tahun 2026.
- LPDP Kementerian Keuangan — Kebijakan Umum Beasiswa LPDP Tahun 2026.
- LPDP Kementerian Keuangan — Daftar Perguruan Tinggi Tujuan dan Universitas Unggulan Tahun 2026.





