Syarat Dokumen LPDP 2026 yang Diam-Diam Bikin Gagal Total!
syarat dokumen lpdp 2026

Daftar Isi

Konsultasi Beasiswa
Masih bingung mulai dari mana? Konsultasikan rencana beasiswamu dan dapatkan arahan yang jelas sejak awal.
Artikel Terbaru

syarat dokumen lpdp 2026 – kalimat ini mungkin terdengar “biasa”, tapi di baliknya ada fakta pahit: banyak pejuang beasiswa gugur bahkan sebelum esai mereka dibaca, hanya karena salah unggah dokumen, salah format, atau kurang satu berkas kecil yang dianggap “nanti saja”. Baca Juga Tes TOEFL untuk LPDP Rahasia Skor Aman yang Jarang Dibahas!

Di tengah persaingan ketat Beasiswa LPDP untuk jenjang S1, S2, dan S3, kesalahan administratif seperti ini adalah cara paling menyakitkan untuk gagal: kamu sudah capek belajar, ikut kursus bahasa, nulis esai berhari-hari, tapi sistem langsung menolak karena dokumen tidak sesuai syarat.

Artikel ini akan membongkar secara detail syarat dokumen lpdp 2026, plus “bocoran” kesalahan fatal yang sering tidak disadari pelamar, agar kamu tidak mengulang jebakan yang sama.

syarat dokumen lpdp 2026
Sumber Gambar : properti.kompas.com

Memahami Pola Besar : Kenapa LPDP Sangat Kaku soal Dokumen?

Sebelum membahas satu per satu syarat dokumen lpdp 2026, penting untuk memahami “mindset” LPDP sebagai lembaga pemberi beasiswa negara. Mereka mengelola dana publik, sehingga:

  • Harus memastikan penerima beasiswa benar-benar WNI, punya rekam akademik yang jelas, dan tidak sedang menerima beasiswa lain.
  • Harus bisa mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang keluar, termasuk memastikan kamu benar-benar kuliah di kampus dan program yang diakui.
  • Harus punya bukti tertulis yang rapi, sah, dan bisa diaudit kapan saja.

Karena itu, dari sudut pandang “reviewer” dan tim administrasi, dokumen bukan sekadar formalitas. Dokumen adalah filter pertama untuk menilai apakah kamu:

  1. Teliti dan bisa mengikuti instruksi (skill penting untuk studi lanjut).
  2. Jujur dan tidak memanipulasi data.
  3. Benar-benar siap secara akademik dan administratif.

Di sinilah banyak pelamar tumbang. Mereka fokus ke esai dan wawancara, tapi meremehkan detail teknis syarat dokumen lpdp 2026. Padahal, kalau dokumenmu berantakan, esai sebagus apa pun tidak akan menyelamatkanmu.

Syarat Umum & Dokumen Dasar : Fondasi yang Tidak Boleh Retak

Mari kita bedah dulu syarat umum dan dokumen dasar yang wajib ada untuk semua pendaftar. Di tahap ini, banyak yang merasa “ah, gampang”, lalu justru lengah.

1. Status WNI, Pendidikan Terakhir, dan Tidak Sedang Studi

Secara umum, syarat dokumen lpdp 2026 akan mengacu pada ketentuan berikut:

  • Kamu harus Warga Negara Indonesia (WNI).
  • Untuk daftar magister (S2), kamu sudah menyelesaikan minimal D4/S1.
  • Untuk daftar doktor (S3), kamu sudah menyelesaikan S2.
  • Kamu tidak sedang menempuh studi pada jenjang yang sama.
  • Untuk jalur D4/S1 langsung doktor, kamu wajib punya LoA Unconditional dari perguruan tinggi tujuan.

Apa konsekuensinya di level dokumen?

  • Akta kelahiran dan KTP akan dicek untuk memastikan kewarganegaraan dan identitasmu konsisten.
  • Ijazah dan transkrip akan dicek untuk memastikan kamu benar-benar sudah lulus dan memenuhi IPK minimal.
  • Jika kamu pernah kuliah lalu berhenti, surat pemberhentian studi bisa diminta untuk menjelaskan statusmu.

Kesalahan fatal yang sering terjadi:

  • Nama di KTP dan ijazah berbeda (misalnya ada tambahan gelar, salah ejaan, atau beda urutan nama) tapi tidak dilampirkan penjelasan perubahan nama.
  • Menganggap “masih sidang” atau “tinggal wisuda” sudah cukup, padahal LPDP mensyaratkan kamu menyelesaikan studi sebelumnya sebelum penandatanganan surat penerimaan beasiswa.

2. IPK Minimum dan Transkrip Nilai

Syarat dokumen lpdp 2026 juga sangat tegas soal IPK:

  • Untuk magister: IPK minimal 3,00 (skala 4,00).
  • Untuk doktor: IPK minimal 3,25 (skala 4,00).
  • Khusus pendaftar doktor dari program magister yang tidak menggunakan IPK (misalnya hanya lulus/tidak lulus), kamu harus melampirkan surat keterangan resmi dari perguruan tinggi asal.

Yang sering menjebak:

  • Mengunggah transkrip yang belum final (misalnya masih ada nilai “T” atau “In Progress”).
  • Mengunggah foto transkrip yang buram, terpotong, atau tidak lengkap halaman.
  • Lupa melegalisir ijazah/transkrip jika diminta (beberapa periode seleksi mewajibkan legalisir, cek panduan resmi tahun berjalan).

Dari kacamata reviewer, transkrip bukan hanya angka IPK. Mereka bisa melihat:

  • Konsistensi nilai dari semester ke semester.
  • Mata kuliah yang relevan dengan program studi yang kamu tuju.
  • Apakah ada “lonjakan” atau “penurunan” drastis yang mungkin akan ditanyakan di wawancara.

Dokumen Identitas & Personal : Terlihat Sepele, Tapi Sering Menyisihkan Peserta

Di bagian ini, kita masuk ke dokumen yang tampak sederhana, tapi sering jadi sumber penolakan otomatis.

KTP dan Akta Kelahiran: Kesesuaian Data Adalah “Kata Kunci”

Dalam daftar syarat dokumen lpdp 2026, KTP dan akta kelahiran adalah dua dokumen dasar yang selalu diminta. Fungsinya:

  • KTP: bukti identitas resmi dan alamat domisili.
  • Akta kelahiran: bukti kewarganegaraan dan data kelahiran.

Masalah yang sering muncul:

  • Nama di KTP: “Ahmad Fajar”
  • Nama di ijazah: “Ahmad Fajar S.”
  • Nama di akta: “Achmad Fadjar”

Perbedaan kecil seperti ini, jika tidak dijelaskan, bisa memicu tanda tanya soal keaslian dokumen.

Solusi “insider”:

  • Jika ada perbedaan nama, siapkan surat keterangan penyesuaian nama dari kelurahan atau instansi resmi.
  • Pastikan semua dokumen discan dengan jelas, tidak miring, tidak terpotong, dan ukuran file sesuai ketentuan portal LPDP.

Pas Foto: Bukan Sekadar Formalitas

Pas foto sering dianggap remeh dalam syarat dokumen lpdp 2026, padahal:

  • LPDP biasanya mensyaratkan pas foto terbaru, formal, latar merah, dengan ukuran tertentu.
  • Foto ini akan digunakan dalam berbagai dokumen internal dan mungkin juga untuk kartu identitas penerima beasiswa.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Mengunggah foto lama (misalnya masih SMA).
  • Menggunakan foto non-formal (selfie, pakai filter, atau pakaian tidak rapi).
  • Latar belakang tidak sesuai (biru/putih padahal diminta merah).

Dari sudut pandang reviewer, foto yang tidak profesional bisa memberi kesan kamu tidak serius mengikuti instruksi. Di kompetisi seketat LPDP, kesan pertama seperti ini bisa merugikanmu.

Curriculum Vitae (CV) : Dokumen “Ringkas” yang Sering Diabaikan

CV adalah salah satu syarat dokumen lpdp 2026 yang sering diisi asal-asalan. Padahal:

  • CV adalah ringkasan cepat perjalanan akademik dan profesionalmu.
  • Reviewer bisa melihat pola: apakah kamu konsisten di bidang yang kamu pilih, apa saja kontribusi dan pengalamanmu.

Kesalahan umum:

  • CV terlalu panjang (lebih dari 3–4 halaman) tanpa fokus.
  • Tidak menonjolkan pengalaman yang relevan dengan program studi dan rencana kontribusi.
  • Tidak rapi secara format (font berbeda-beda, tidak konsisten, banyak typo).

Tips “ordal”: Buat CV maksimal 2–3 halaman, fokus pada pendidikan, pengalaman kerja, organisasi, riset, publikasi, dan prestasi yang relevan. Gunakan format yang bersih dan mudah dibaca, bukan desain berlebihan yang malah mengganggu.

Dokumen Akademik Kunci : Ijazah, Transkrip, Sertifikat Bahasa, dan LoA
Sumber Gambar : cewekbanget.grid.id

Dokumen Akademik Kunci : Ijazah, Transkrip, Sertifikat Bahasa, dan LoA

Di sinilah syarat dokumen lpdp 2026 mulai terasa “berat”, karena menyangkut kelayakan akademik dan kesiapanmu untuk studi lanjut.

Ijazah & Transkrip Nilai: Bukti Resmi Perjalanan Akademik

Seperti disebut sebelumnya, kamu wajib mengunggah:

  • Ijazah asli atau legalisir.
  • Transkrip nilai asli atau legalisir.

Poin penting:

  • Untuk pendaftar yang belum menerima ijazah saat seleksi, biasanya diperbolehkan menggunakan surat keterangan lulus, tetapi kamu wajib menyerahkan ijazah sebelum penandatanganan surat penerimaan beasiswa.
  • Pastikan nama program studi dan perguruan tinggi jelas terbaca.

Kesalahan fatal:

  • Mengunggah hanya halaman depan transkrip tanpa halaman belakang (yang berisi skala nilai atau keterangan lain).
  • Menggabungkan beberapa dokumen dalam satu file PDF tanpa urutan yang jelas (misalnya transkrip dan sertifikat bahasa tercampur).

Sertifikat Bahasa Inggris: Bukan Hanya “Ada”, Tapi Harus Valid dan Cukup

Dalam syarat dokumen lpdp 2026, sertifikat bahasa Inggris adalah salah satu dokumen paling krusial, terutama untuk tujuan luar negeri. Umumnya:

  • Sertifikat harus masih berlaku (cek masa berlaku TOEFL/IELTS).
  • Skor minimum berbeda tergantung jenjang dan tujuan (dalam/luar negeri). Contoh umum (cek panduan resmi untuk angka pasti):
    • Magister luar negeri: TOEFL iBT sekitar 80 / IELTS 6,5.
    • Doktor luar negeri: TOEFL iBT sekitar 94 / IELTS 7,0.
  • TOEFL ITP harus dari lembaga resmi yang diakui di Indonesia.

Kesalahan yang sering membuat aplikasi gugur:

  • Sertifikat sudah kedaluwarsa saat pendaftaran.
  • Mengunggah hasil tes “unofficial score” (bukan sertifikat resmi).
  • Skor tidak memenuhi minimum, tapi tetap memaksa daftar tanpa strategi (misalnya tanpa rencana retake).

Dari sudut pandang reviewer, sertifikat bahasa adalah indikator apakah kamu siap mengikuti perkuliahan yang mayoritas menggunakan bahasa asing. Skor yang pas-pasan pun bisa memicu pertanyaan di wawancara.

Letter of Acceptance (LoA) : Senjata Rahasia yang Sering Disalahpahami

LoA adalah salah satu syarat dokumen lpdp 2026 yang paling sering disalahpahami. Ada dua jenis:

  1. LoA Unconditional
    • Artinya kamu sudah diterima penuh di program studi, tanpa syarat akademik tambahan.
    • Keuntungan besar: biasanya kamu bisa melewati seleksi bakat skolastik (cek panduan resmi LPDP tahun berjalan).
    • Wajib untuk pendaftar D4/S1 langsung doktor.
  2. LoA Conditional
    • Diterima dengan syarat tertentu. LPDP hanya menerima jika syaratnya:
      • Terkait sponsor pendanaan (misalnya “subject to funding”).
      • Dokumen fisik ijazah/transkrip.
      • Syarat tambahan non-risiko yang tidak mengubah status penerimaan akademikmu.

Kesalahan fatal:

  • Mengira semua LoA conditional pasti diterima, padahal jika syaratnya misalnya “harus ikut pre-sessional course dan lulus dengan nilai tertentu”, ini bisa berisiko.
  • Mengunggah “offer letter” yang sebenarnya hanya konfirmasi pendaftaran, bukan LoA resmi.

Dari kacamata reviewer, LoA menunjukkan bahwa kamu proaktif dan sudah punya rencana studi yang jelas, serta bahwa kampus tujuan mengakui kapasitas akademikmu.

Jika di tengah membaca ini kamu merasa butuh bantuan menyusun strategi LoA, esai, dan dokumen lain secara menyeluruh, ini saat yang tepat untuk mempertimbangkan ikut bimbingan online dan tryout khusus LPDP agar persiapanmu lebih terarah dan tidak trial-and-error sendirian. Baca Juga Tes TOEFL untuk LPDP Rahasia Skor Aman yang Jarang Dibahas!

Dokumen Pendukung : Rekomendasi, Kerja, dan Keterangan Khusus

Bagian ini sering dianggap “pelengkap”, padahal justru di sinilah banyak nilai plus (atau minus) muncul di mata reviewer.

Surat Rekomendasi: Bukan Sekadar Formalitas “Dibikinkan Dosen”

Dalam syarat dokumen lpdp 2026, surat rekomendasi sangat diutamakan, terutama dari:

  • Akademisi (dosen pembimbing, ketua program studi, atau dosen yang mengenalmu cukup dekat).
  • Tokoh masyarakat atau atasan di tempat kerja (untuk yang sudah bekerja).

Kesalahan umum yang sering membuat rekomendasi “dingin” di mata reviewer:

  • Surat rekomendasi generik, isinya sangat umum dan bisa dipakai untuk siapa saja.
  • Dosen/atasan hanya menulis ulang CV-mu tanpa insight personal.
  • Tidak ada contoh konkret kontribusi, karakter, atau potensi kepemimpinanmu.

Dari sudut pandang “ordal reviewer”, surat rekomendasi yang kuat biasanya:

  • Menyebutkan situasi spesifik: kapan dan dalam konteks apa pemberi rekomendasi mengenalmu.
  • Menjelaskan tugas atau peranmu.
  • Menjelaskan tindakan yang kamu lakukan.
  • Menyebutkan hasil yang terukur atau dampak nyata.

Ini mirip pola STAR (Situation, Task, Action, Result) yang sering dipakai dalam wawancara. Semakin konkret, semakin meyakinkan.

Surat Keterangan Kerja dan Izin Studi

Untuk pendaftar yang sudah bekerja, syarat dokumen lpdp 2026 biasanya mencakup:

  • Surat keterangan kerja yang menjelaskan:
    • Posisi/jabatanmu.
    • Masa kerja.
    • Status kepegawaian (tetap/kontrak).
  • Surat izin studi atau dukungan dari instansi (jika diperlukan), terutama untuk:
    • PNS.
    • TNI.
    • POLRI.

Selain itu, untuk PNS/TNI/POLRI sering juga diminta:

  • Surat usulan dari pejabat SDM yang ditujukan ke LPDP.

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Surat tidak ditandatangani pejabat berwenang (misalnya hanya atasan langsung, padahal diminta pejabat SDM).
  • Tidak ada kop surat resmi, stempel, atau nomor surat.
  • Isi surat tidak menyebutkan dengan jelas bahwa instansi mengizinkan kamu studi.

Dari sudut pandang reviewer, surat-surat ini menunjukkan apakah kamu punya dukungan institusional dan apakah rencana studimu selaras dengan kebutuhan instansi (ini penting untuk pendaftar yang berkomitmen kembali mengabdi).

Surat Pemberhentian Studi (Jika Pernah Putus Studi)

Jika kamu pernah kuliah dan tidak menyelesaikan studi, syarat dokumen lpdp 2026 bisa meminta:

  • Surat pemberhentian studi dari perguruan tinggi.

Tujuannya:

  • Menjelaskan status akademikmu secara resmi.
  • Menghindari kecurigaan bahwa kamu “kabur” dari program sebelumnya tanpa kejelasan.

Ini sering jadi titik sensitif, tapi bukan berarti otomatis menggagalkan. Yang penting:

  • Kamu jujur soal riwayat akademikmu.
  • Kamu bisa menjelaskan alasan dan pembelajaran dari pengalaman itu (biasanya akan muncul di esai atau wawancara).

Dokumen Khusus untuk Doktor : Promotor, Riset, dan Portofolio

Untuk jenjang doktor, syarat dokumen lpdp 2026 sedikit lebih kompleks karena menyangkut riset jangka panjang.

Surat Pernyataan Promotor atau Keterangan Instansi

Untuk pendaftar doktor, sangat diutamakan:

  • Surat pernyataan promotor yang menyatakan:
    • Kesediaan membimbingmu.
    • Topik riset yang akan kamu kerjakan.
    • Jika ada co-promotor dalam negeri, ini nilai plus besar (menunjukkan kolaborasi dan relevansi riset dengan Indonesia).

Atau:

  • Keterangan dari instansi/perusahaan bahwa risetmu selaras dengan kebutuhan mereka.

Dari sudut pandang reviewer, dokumen ini menjawab pertanyaan penting:

  • Apakah risetmu realistis dan punya dukungan akademik?
  • Apakah hasil risetmu akan bermanfaat bagi Indonesia atau instansi asalmu?

Portofolio (Jika Relevan)

Untuk bidang-bidang tertentu (misalnya seni, desain, arsitektur, atau bidang kreatif lain), syarat dokumen lpdp 2026 bisa mencakup:

  • Portofolio karya yang menunjukkan kemampuan dan pengalamanmu.

Kesalahan umum:

  • Portofolio terlalu besar ukurannya, tidak dioptimalkan untuk diunggah.
  • Tidak ada penjelasan singkat per karya (judul, tahun, peranmu, dan konteks).

Portofolio yang baik membantu reviewer melihat kualitasmu secara langsung, bukan hanya lewat angka IPK atau deskripsi di CV.

Dokumen Digital & Teknis Upload : “Perang” Terakhir yang Sering Dianggap Remeh

Semua syarat dokumen lpdp 2026 pada akhirnya akan bermuara pada satu hal: kamu harus mengunggah semuanya ke portal resmi LPDP dalam format yang diminta, biasanya PDF.

Hal-hal teknis yang sering menjebak:

  • Ukuran file terlalu besar, sehingga kamu kompres berlebihan sampai dokumen jadi buram dan sulit dibaca.
  • Penamaan file berantakan (misalnya “scan1.pdf”, “dokumenbaru.pdf”) sehingga kamu sendiri bingung saat mengunggah.
  • Mengunggah dokumen ke slot yang salah (misalnya sertifikat bahasa ke slot LoA).

Tips teknis “insider”:

  • Buat folder khusus “LPDP 2026” di laptopmu, dengan subfolder: Identitas, Akademik, Bahasa, Rekomendasi, Kerja, Lain-lain.
  • Scan dokumen dengan resolusi cukup (misalnya 200–300 dpi), lalu kompres secukupnya.
  • Beri nama file yang jelas, misalnya:
    • KTP_NamaLengkap.pdf
    • Transkrip_S1_NamaLengkap.pdf
    • SertifikatIELTS_2025_NamaLengkap.pdf
  • Cek kembali semua unggahan sebelum submit, seolah-olah kamu adalah reviewer yang baru pertama kali melihat dokumen itu.

Jangan lupa, surat pernyataan pada aplikasi yang biasanya harus kamu centang atau isi di portal juga termasuk bagian dari syarat dokumen lpdp 2026. Banyak yang menganggap ini hanya formalitas, padahal isinya adalah pernyataan hukum bahwa semua data yang kamu berikan benar.

Strategi Waktu : Kapan Harus Mulai Menyiapkan Dokumen?

Berdasarkan pola seleksi sebelumnya, jadwal resmi LPDP bisa berubah tiap tahun, tapi satu hal pasti: yang menyiapkan dokumen sejak jauh hari selalu punya keunggulan.

Untuk syarat dokumen lpdp 2026, strategi waktunya bisa seperti ini:

  • 6–12 bulan sebelum daftar
    • Mulai ambil tes bahasa (IELTS/TOEFL) dan siapkan kemungkinan retake.
    • Riset kampus dan program studi, mulai kontak calon supervisor (untuk doktor).
    • Susun CV dan mulai kumpulkan bukti prestasi/sertifikat.
  • 3–6 bulan sebelum daftar
    • Minta surat rekomendasi dari dosen/atasan (beri mereka waktu cukup).
    • Urus legalisir ijazah dan transkrip jika diperlukan.
    • Perbaiki masalah administrasi seperti perbedaan nama di dokumen.
  • 1–3 bulan sebelum daftar
    • Scan semua dokumen dengan rapi.
    • Cek lagi panduan resmi LPDP di situs lpdp.kemenkeu.go.id untuk update terbaru.
    • Ikut tryout atau simulasi pendaftaran (jika ada) untuk membiasakan diri dengan sistem.

Persiapan dini seperti ini bukan hanya mengurangi stres, tapi juga memberi ruang untuk memperbaiki jika ada dokumen yang bermasalah.

Pada akhirnya, syarat dokumen lpdp 2026 bukan dibuat untuk mempersulitmu, tetapi untuk memastikan bahwa penerima beasiswa benar-benar siap dan layak secara akademik, administratif, dan moral. Kalau kamu membaca sampai sini, itu sudah tanda bahwa kamu jauh lebih serius daripada banyak pelamar lain yang hanya “coba-coba”.

Gunakan waktu dari sekarang sampai pembukaan resmi untuk:

  • Mengumpulkan dan merapikan semua dokumen.
  • Memperbaiki skor bahasa jika belum memenuhi.
  • Membangun hubungan baik dengan dosen/atasan untuk rekomendasi yang kuat.
  • Memastikan semua data di dokumenmu konsisten dan jelas.

Jangan biarkan hal-hal teknis seperti salah unggah file, sertifikat kedaluwarsa, atau surat rekomendasi generik menjadi alasan kamu gagal. Kamu berhak memberi versi terbaik dari dirimu di aplikasi LPDP, dan itu dimulai dari dokumen yang rapi, lengkap, dan sesuai ketentuan. Langkahmu berikutnya? Buat checklist pribadi syarat dokumen lpdp 2026, mulai cek satu per satu hari ini, dan jangan tunda sampai mendekati deadline. Masa depan studimu terlalu berharga untuk dipertaruhkan hanya karena urusan administratif.

Sumber Referensi

  • FASTCONNECT.ID – Syarat dan Cara Daftar Beasiswa LPDP Kemenkeu, Siapkan untuk Kuliah 2026!
  • IAINTULUNGAGUNG.AC.ID – Pendaftaran Beasiswa LPDP 2026: Ketahui Jadwal dan Syaratnya
  • LPDP.KEMENKEU.GO.ID – Ketentuan Umum Beasiswa LPDP Tahun 2024
  • BLOG.SCHOTERS.COM – Beasiswa LPDP Jakarta: Syarat, Jadwal, dan Tips Lolos
  • KAMPUNGINGGRISPLUS.COM – Dokumen yang Harus Disiapkan untuk Daftar LPDP
  • CERTIFLUX.ID – Panduan Persiapan Beasiswa LPDP 2026: Lolos Seleksi Awal
  • TRANSLATIONPROJECT.ID – Persiapan Beasiswa LPDP 2026

Program Value Jadi Beasiswa 2025

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Cover JadiBeasiswa
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiBeasiswa: Temukan aplikasi JadiBeasiswa di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiBeasiswa Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELLPDP” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiBeasiswa karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal LPDP 2025!!!

  • Dapatkan ribuan soal lpdp 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi lpdp 2025
  • Ratusan Latsol lpdp 2025
  • Puluhan paket Simulasi lpdp 2025
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Mau berlatih Soal-soal LPDP 2025? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal LPDP 2025 Sekarang juga!!