
Tes Bakat Skolastik LPDP online atau offline maupun hybird adalah salah satu tahapan penting dalam seleksi beasiswa LPDP. Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan kognitif calon penerima beasiswa, termasuk kemampuan verbal, numerik, dan logika.
Dengan adanya perkembangan teknologi, kini pelaksanaan Tes Bakat Skolastik LPDP online atau offline dapat dilakukan secara online, offline, maupun hybrid. Namun, muncul pertanyaan: manakah yang lebih efektif? Mari kita bahas kelebihan dan kekurangan dari ketiga metode ini.
Apa Itu Tes Skolastik LPDP?

Tes Skolastik LPDP adalah salah satu tahap seleksi dalam beasiswa LPDP yang bertujuan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pemahaman verbal serta kuantitatif. Tes ini dirancang untuk menilai potensi akademik dan logika berpikir calon penerima beasiswa, bukan sekadar menguji hafalan.
Melalui tes ini, LPDP ingin memastikan bahwa penerima beasiswa memiliki kemampuan analitis yang kuat serta bisa beradaptasi dengan lingkungan akademik yang menuntut. Oleh karena itu, penting untuk memahami pola soal dan strategi pengerjaannya agar bisa mendapatkan hasil terbaik.
Baca Juga: Pendaftaran LPDP 2025 Alur Lengkap, Cek Panduan Lengkapnya!
Tes Bakat Skolastik LPDP Online atau Offline?

LPDP menyediakan berbagai pilihan metode ujian yang tersedia untuk seleksi beasiswa, peserta sering kali dihadapkan pada pertanyaan: manakah yang lebih efektif, tes online, offline, atau hybrid? Untuk membantu kamu menentukan pilihan terbaik, artikel ini akan mengulas kelebihan dan kekurangan dari masing-masing metode.
1. Online
Sejak pandemi COVID-19, tes berbasis daring semakin populer. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangannya:
Kelebihan:
- Fleksibilitas Lokasi – Peserta dapat mengikuti ujian dari mana saja, menghemat waktu dan biaya perjalanan.
- Kenyamanan – Ujian bisa dilakukan di lingkungan yang lebih nyaman tanpa tekanan suasana ruang ujian.
- Hemat Biaya – Tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi atau akomodasi untuk mengikuti ujian di lokasi tertentu.
Kekurangan:
- Stabilitas Koneksi Internet – Gangguan koneksi dapat menghambat kelancaran tes.
- Tingkat Kecurangan – Walaupun ada sistem pengawasan berbasis teknologi, potensi kecurangan tetap ada.
- Kurangnya Interaksi Langsung – Tidak ada kesempatan untuk langsung bertanya kepada pengawas mengenai kendala teknis.
2. Offline
Sebelum opsi online tersedia, tes LPDP selalu dilakukan secara tatap muka di lokasi yang telah ditentukan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangannya:
Kelebihan:
- Kualitas Pengawasan yang Ketat – Dengan sistem pengawasan langsung, potensi kecurangan lebih kecil.
- Stabilitas Pelaksanaan – Tidak ada kendala teknis seperti gangguan internet atau masalah perangkat.
- Lingkungan Ujian yang Terstruktur – Peserta dapat lebih fokus dengan suasana ujian yang dikondisikan secara formal.
Kekurangan:
- Biaya dan Waktu Perjalanan – Peserta harus datang ke lokasi ujian yang bisa saja jauh dari domisili.
- Tekanan Psikologis – Lingkungan ujian yang formal bisa meningkatkan stres bagi beberapa peserta.
- Terbatasnya Pilihan Lokasi – Tidak semua daerah memiliki lokasi ujian, sehingga peserta dari daerah terpencil harus menempuh perjalanan jauh.
3. Hybrid
Model hybrid menggabungkan unsur dari metode online dan offline, di mana peserta mungkin mengikuti ujian di lokasi tertentu tetapi tetap menggunakan perangkat digital.
Kelebihan:
- Fleksibilitas yang Lebih Baik – Peserta dapat memilih untuk hadir secara fisik atau mengikuti ujian secara daring dengan pengawasan yang lebih ketat.
- Mengurangi Kendala Teknis – Karena dilakukan di lokasi tertentu, infrastruktur dapat disediakan untuk memastikan koneksi stabil.
- Keamanan dan Kejujuran yang Lebih Terjaga – Dengan pengawasan langsung dan teknologi, risiko kecurangan dapat dikurangi.
Kekurangan:
- Memerlukan Infrastruktur Tambahan – Harus ada fasilitas yang mendukung ujian digital dengan pengawasan ketat.
- Tidak Sepenuhnya Bebas dari Kendala Internet – Masih ada kemungkinan gangguan teknis dalam proses ujian digital.
- Kurangnya Standarisasi – Pelaksanaan hybrid bisa berbeda di tiap lokasi, yang dapat menimbulkan ketidaksetaraan pengalaman antar peserta.
Baik Tes Bakat Skolastik LPDP online atau offline maupun hybrid memiliki keunggulan dan tantangan masing-masing. Jika kamu memiliki akses internet yang stabil dan lebih nyaman mengikuti tes dari rumah, metode online bisa menjadi pilihan terbaik.
Baca Juga: Pendaftaran LPDP 2025 Biaya dan Fasilitas yang Wajib Kamu Tahu
Tips Menghadapi Tes Bakat Skolastik LPDP: Online, Offline, atau Hybrid

Tes Bakat Skolastik LPDP merupakan salah satu tahapan seleksi yang mengukur kemampuan berpikir kritis, logis, serta pemecahan masalah. Baik dilakukan secara online, offline, maupun hybrid, tes ini tetap menuntut kesiapan yang matang agar kamu bisa mendapatkan hasil maksimal.
Agar lebih siap menghadapi ujian ini, ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan. Berikut adalah tips penting yang dapat membantumu menaklukkan Tes Bakat Skolastik LPDP dengan lebih percaya diri!
1. Pahami Format dan Jenis Soal
Tes Bakat Skolastik LPDP terdiri dari beberapa bagian, seperti penalaran verbal, kuantitatif, dan logis. Setiap bagian menguji kemampuan berpikir analitis dan pemecahan masalah, bukan sekadar hafalan. Oleh karena itu, penting untuk memahami pola soal agar kamu bisa mengembangkan strategi pengerjaan yang efektif.
Sebelum tes, coba pelajari contoh soal dari tahun-tahun sebelumnya dan pahami tipe pertanyaan yang sering muncul. Semakin familiar kamu dengan format soal, semakin cepat dan tepat dalam menjawabnya. Jangan lupa gunakan sumber belajar terpercaya agar persiapanmu lebih maksimal.
2. Latihan Rutin dengan Simulasi Ujian
Melakukan latihan dengan simulasi ujian akan membantumu membiasakan diri dengan tekanan waktu saat tes berlangsung. Simulasi juga dapat membantu meningkatkan daya tahan mental serta mengasah kecepatan dalam menyelesaikan soal dengan benar.
Jika tes dilakukan secara online atau hybrid, usahakan menggunakan perangkat yang sama seperti saat ujian nanti. Dengan begitu, kamu bisa lebih nyaman dan tidak merasa canggung ketika menghadapi tes sebenarnya. Jangan lupa evaluasi hasil latihanmu agar tahu bagian mana yang masih perlu diperbaiki.
3. Kelola Waktu dengan Baik
Salah satu tantangan terbesar dalam tes skolastik adalah batasan waktu yang ketat. Oleh karena itu, penting untuk memiliki strategi manajemen waktu yang baik. Jangan terlalu lama terpaku pada satu soal yang sulit, karena bisa mengorbankan waktu untuk soal lainnya.
Cara terbaik adalah dengan membagi waktu sesuai jumlah soal yang ada. Jika menemui soal yang terlalu rumit, lewati dulu dan kembali lagi jika masih ada sisa waktu. Dengan begitu, kamu bisa menjawab lebih banyak soal dan memaksimalkan peluang mendapatkan skor tinggi.
4. Siapkan Kondisi Fisik dan Mental
Tes bukan hanya soal kecerdasan, tetapi juga ketahanan fisik dan mental. Pastikan kamu mendapatkan istirahat yang cukup sebelum hari ujian agar tetap fokus dan tidak mudah panik saat mengerjakan soal. Selain itu, konsumsi makanan sehat dan hindari begadang sebelum tes.
Mental yang tenang dan percaya diri sangat berpengaruh pada hasil ujian. Jika merasa cemas, coba tarik napas dalam-dalam dan tetap berpikir positif. Persiapan yang matang akan membuatmu lebih siap menghadapi tantangan dalam tes nanti.
5. Pastikan Koneksi Stabil (Jika Online atau Hybrid)
Jika tes dilakukan secara online atau hybrid, pastikan kamu memiliki koneksi internet yang stabil. Gunakan jaringan yang andal dan siapkan cadangan internet, seperti tethering dari ponsel, untuk menghindari gangguan teknis yang bisa menghambat jalannya tes.
Selain itu, pastikan perangkat yang digunakan dalam kondisi baik. Cek kamera, mikrofon, dan software yang diperlukan sebelum ujian dimulai. Jangan lupa mencari tempat yang tenang agar bisa berkonsentrasi penuh selama tes berlangsung. Dengan persiapan teknis yang baik, kamu bisa lebih fokus mengerjakan soal tanpa gangguan.
Baca Juga: LPDP Afirmasi 2025 untuk S3, Hal yang Perlu Kamu Tahu!
Jika kamu lebih terbiasa dengan ujian tatap muka yang diawasi dengan ketat dan minim risiko teknis, metode offline lebih cocok. Sementara itu, metode hybrid bisa menjadi solusi bagi peserta yang ingin mendapatkan fleksibilitas tetapi tetap dalam pengawasan ketat.
Pada akhirnya, pilihan terbaik tergantung pada kondisi pribadi masing-masing peserta. Pastikan Anda mempersiapkan diri dengan baik, baik untuk Tes Bakat Skolastik LPDP online atau offline maupun hybrid, agar dapat memperoleh hasil maksimal dalam seleksi beasiswa LPDP.
Sumber:
- https://lpdp.kemenkeu.go.id/beasiswa/kebijakan-umum/
- https://punyaarti.com/tes-bakat-skolastik-adalah/
- https://ieltspresso.com/bedah-tes-bakat-skolastik-lpdp/
Program Value Jadi Beasiswa 2025
“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”
📋 Cara Membeli dengan Mudah:
- Unduh Aplikasi JadiBeasiswa: Temukan aplikasi JadiBeasiswa di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
- Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiBeasiswa Anda melalui aplikasi atau situs web.
- Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
- Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELLPDP” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
- Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
- Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
- Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.
Ayoo Download Aplikasi JadiBeasiswa karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal LPDP 2025!!!
- Dapatkan ribuan soal lpdp 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
- Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
- Materi-materi lpdp 2025
- Ratusan Latsol lpdp 2025
- Puluhan paket Simulasi lpdp 2025
- dan masih banyak lagi yang lainnya