Pencarian mengenai beasiswa Kaltim Tuntas masih cukup tinggi pada 2026, terutama dari mahasiswa Kalimantan Timur yang ingin mengetahui apakah program tersebut masih menerima pendaftar baru. Informasi ini perlu diluruskan karena kebijakan bantuan pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah mengalami perubahan. Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 yang sebelumnya menjadi dasar Program Beasiswa Kaltim Tuntas sudah berstatus tidak berlaku setelah dicabut melalui Peraturan Gubernur Nomor 24 Tahun 2025.
Meski demikian, bukan berarti seluruh penerima lama kehilangan bantuan. Mahasiswa yang sudah ditetapkan sebagai penerima beasiswa Kaltim Tuntas sebelum regulasi baru berlaku tetap harus menjalankan kewajiban monitoring dan evaluasi sesuai ketentuan. Sementara bagi mahasiswa yang mencari bantuan pendidikan baru pada 2026, program yang saat ini dijalankan Pemprov Kaltim adalah Pendidikan Gratispol, dengan mekanisme dan persyaratan yang berbeda dari Beasiswa Kaltim Tuntas sebelumnya.
Beasiswa Kaltim Tuntas 2026 Masih Dibuka atau Tidak?

Untuk pendaftar baru, Beasiswa Kaltim Tuntas dalam skema lama sudah tidak lagi menjadi program yang menggunakan dasar Pergub Nomor 16 Tahun 2020. JDIH Provinsi Kalimantan Timur mencatat regulasi tersebut telah dicabut oleh Pergub Nomor 24 Tahun 2025 tentang Bantuan Biaya Pendidikan bagi Mahasiswa pada Perguruan Tinggi. Karena itu, mahasiswa yang ingin memperoleh bantuan biaya pendidikan dari Pemprov Kaltim pada 2026 perlu mengacu pada ketentuan Pendidikan Gratispol, bukan panduan pendaftaran Beasiswa Kaltim Tuntas dari tahun-tahun sebelumnya.
Perubahan tersebut penting diperhatikan karena artikel lama di internet masih banyak menampilkan syarat, jenis beasiswa, maupun alur pendaftaran Kaltim Tuntas seolah-olah masih berlaku untuk pendaftar baru. Padahal program pendidikan yang sedang dikembangkan Pemprov Kaltim saat ini mempunyai sistem baru, portal baru, dan cakupan penerima yang diperluas. Pada 2026, Gratispol bahkan mulai menjangkau mahasiswa aktif, tidak hanya mahasiswa baru sebagaimana pelaksanaan awal program pada 2025.
Baca juga: Beasiswa Kuliah 2026 Terbaru untuk S1–S3, Cek Program yang Masih Dibuka dan Deadline
Bagaimana Nasib Penerima Beasiswa Kaltim Tuntas Lama?
Penerima lama tetap perlu memperhatikan kewajibannya. Ketentuan peralihan dalam Pergub Nomor 24 Tahun 2025 menyebut penerima Beasiswa Kaltim Tuntas yang telah ditetapkan sebelum regulasi baru berlaku tetap harus melaporkan kewajibannya kepada pengelola sesuai petunjuk teknis program. Artinya, perubahan kebijakan tidak otomatis menghapus proses yang masih harus diselesaikan oleh penerima Beasiswa Kaltim Tuntas sebelumnya.
Pada 2026, portal resmi Beasiswa Kaltim juga masih membuka Monitoring dan Evaluasi atau MONEV khusus bagi penerima tahun 2023 dan 2024. MONEV menjadi syarat pembukaan pencairan dana tahun 2026, sehingga penerima yang masih mempunyai hak pencairan perlu mengunggah laporan kemajuan studi dan dokumen akademik sesuai periode yang telah ditentukan. Jika kewajiban MONEV tidak dilakukan pada jadwal yang tersedia, proses pencairan tidak dapat diproses.
Jadwal MONEV Beasiswa Kaltim Tuntas 2026
Penerima tahun 2023 dan 2024 memperoleh beberapa periode untuk melakukan MONEV sepanjang Juli hingga Oktober 2026. Setiap periode pada dasarnya dibuka pada tanggal 1–15 setiap bulan, sedangkan periode Agustus sempat diperpanjang hingga 20 Agustus 2026. Penerima perlu memastikan laporan dan dokumen dikirim pada periode yang benar karena sistem tidak selalu menerima unggahan di luar jadwal.
| Periode MONEV | Jadwal |
|---|---|
| Juli 2026 | 1–15 Juli 2026 |
| Agustus 2026 | 1–20 Agustus 2026 |
| September 2026 | 1–15 September 2026 |
| Oktober 2026 | 1–15 Oktober 2026 |
Per 22 September 2026, periode September telah berakhir. Penerima yang masih mempunyai kewajiban pelaporan berikutnya perlu memperhatikan periode Oktober pada 1–15 Oktober 2026 dan mengikuti informasi terbaru dari portal resmi apabila terdapat perubahan jadwal.
Dokumen MONEV yang Harus Dipersiapkan

Portal resmi mencantumkan beberapa dokumen akademik yang diperlukan untuk proses monitoring penerima Beasiswa Kaltim Tuntas. Dokumen tersebut digunakan untuk memastikan penerima masih memenuhi kewajiban akademik dan menunjukkan perkembangan studi selama periode pendanaan. Karena berhubungan langsung dengan proses pencairan, file yang diunggah perlu jelas, lengkap, dan sesuai dengan data penerima.
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:
- transkrip nilai yang mencantumkan IPK;
- KHS Semester Genap Tahun 2026 yang mencantumkan IPS;
- Surat Keterangan Lulus bagi penerima yang sudah menyelesaikan studi;
- ijazah bagi yang telah lulus; dan
- transkrip nilai terakhir bagi penerima yang studinya sudah selesai.
Penerima sebaiknya tidak menunggu hari terakhir untuk mengunggah dokumen karena kesalahan file atau kendala akses dapat menghambat penyelesaian MONEV. Portal resmi juga menyarankan penerima mempersiapkan seluruh berkas sebelum periode pengisian dibuka.
Gratispol Menjadi Program Bantuan Pendidikan yang Berlaku Sekarang
Bagi calon penerima baru, program yang perlu diperhatikan pada 2026 adalah Pendidikan Gratispol. Program ini merupakan bantuan biaya pendidikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang berpedoman pada Pergub Nomor 24 Tahun 2025 dan memiliki beberapa skema, termasuk bantuan dalam daerah, luar daerah, luar negeri, khusus, serta kerja sama sesuai ketentuan masing-masing.
Pada 2026, cakupan Gratispol diperluas kepada mahasiswa aktif. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menjelaskan bahwa bantuan tidak lagi hanya menyasar mahasiswa baru, melainkan juga mahasiswa yang sudah menjalani perkuliahan. Dalam salah satu sosialisasi program, Pemprov menyebut bantuan pendidikan Gratispol jenjang S1 diperuntukkan bagi warga Kalimantan Timur dengan batas usia sesuai ketentuan program, sehingga peserta tetap perlu membaca petunjuk teknis sesuai kategori sebelum melakukan pendaftaran.
Baca juga: Beasiswa BAZNAS 2026 Masih Dibuka, UKT hingga Rp7 Juta dan Deadline 27 September
Syarat Umum Gratispol yang Perlu Diperhatikan
Persyaratan Gratispol tidak sepenuhnya sama untuk semua skema karena terdapat ketentuan berbeda bagi mahasiswa dalam daerah, luar daerah, luar negeri, maupun program khusus. Namun, petunjuk teknis resmi menunjukkan beberapa dokumen dan ketentuan yang perlu diperhatikan sejak awal, seperti identitas kependudukan Kalimantan Timur, status mahasiswa, larangan menerima bantuan pendidikan lain dalam kondisi tertentu, serta bukti besaran biaya pendidikan.
Beberapa ketentuan yang muncul dalam petunjuk teknis antara lain:
- mengisi formulir pendaftaran secara online;
- mempunyai KTP dan KK Kalimantan Timur sesuai ketentuan domisili;
- menyiapkan bukti diterima atau status aktif di perguruan tinggi;
- mengunggah bukti besaran UKT atau SPP;
- tidak sedang menerima beasiswa lain sesuai aturan program;
- tidak sedang atau tidak pernah menerima Beasiswa Kaltim Tuntas pada jenjang yang sama sesuai ketentuan; serta
- memenuhi persyaratan khusus program dan lolos proses verifikasi atau seleksi.
Untuk sejumlah skema, KK dipersyaratkan telah diterbitkan minimal tiga tahun di Kalimantan Timur. Calon peserta tetap perlu memeriksa petunjuk teknis terbaru karena persyaratan perguruan tinggi, akreditasi, usia, maupun cakupan bantuan dapat berbeda berdasarkan lokasi dan jenis program yang dipilih.
Apa Saja Biaya yang Ditanggung Gratispol?
Pada skema Gratispol Dalam Daerah, bantuan pendidikan dapat digunakan untuk menanggung UKT bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri atau SPP bagi mahasiswa perguruan tinggi swasta dengan batas atas yang telah ditetapkan. Untuk SPP, perhitungan dapat mencakup komponen variabel atau biaya SKS serta kegiatan akademik tertentu seperti KKN, skripsi, tesis, disertasi, seminar tugas akhir, dan praktik kerja lapangan sesuai ketentuan petunjuk teknis.
Namun, tidak semua biaya kuliah otomatis ditanggung. Petunjuk teknis menyebut program Gratispol Dalam Daerah tidak menanggung beberapa komponen seperti sumbangan pembangunan, SPI atau IPI, biaya pendaftaran, registrasi, seragam, dan biaya sejenis. Karena itu, mahasiswa sebaiknya memeriksa rincian tagihan kampus dan batas pembiayaan program sebelum menganggap seluruh biaya pendidikan akan dibayar oleh pemerintah.
Apakah Penerima Kaltim Tuntas Bisa Mendaftar Gratispol?
Hal ini perlu diperiksa berdasarkan jenjang pendidikan dan status bantuan yang sudah diterima. Petunjuk teknis Gratispol mencantumkan pernyataan bahwa peserta tidak sedang menerima Beasiswa Kaltim Tuntas pada jenjang yang sama, sedangkan Pergub baru juga mengatur kewajiban penerima lama dalam ketentuan peralihan. Dengan demikian, mahasiswa yang masih tercatat sebagai penerima Kaltim Tuntas tidak sebaiknya langsung melakukan pendaftaran Gratispol tanpa memeriksa status pendanaan dan ketentuan yang berlaku.
Ketentuan tersebut juga bertujuan menghindari pembiayaan ganda dari program pemerintah untuk komponen pendidikan yang sama. Jika status penerima lama masih belum jelas, langkah yang lebih aman adalah memeriksa dashboard MONEV dan menghubungi pengelola program melalui kanal resmi sebelum melakukan pendaftaran pada program pendidikan lainnya.
Portal Resmi yang Perlu Dipantau
Untuk mahasiswa baru atau mahasiswa aktif yang ingin mengetahui program Gratispol, informasi dapat dipantau melalui pendidikan.gratispol.kaltimprov.go.id. Portal tersebut menyediakan informasi program, FAQ, petunjuk teknis, pengumuman penerima, serta mekanisme pendaftaran sesuai skema bantuan yang tersedia.
Sementara penerima lama Beasiswa Kaltim Tuntas dapat memantau sistem melalui beasiswa.kaltimprov.go.id untuk informasi Monitoring dan Evaluasi. Kedua portal tersebut mempunyai fungsi berbeda, sehingga pendaftar baru Gratispol jangan menggunakan sistem MONEV Beasiswa Kaltim Tuntas sebagai portal pendaftaran bantuan pendidikan 2026.
Baca juga: Djarum Beasiswa Plus 2026/2027, Cek Syarat, Benefit, dan Tahapan Seleksinya
Mini FAQ
Kalau belum ada pengalaman kerja, masih bisa lolos beasiswa kaltim tuntas nggak?
Tentu bisa. LPDP sangat menghargai calon penerima dengan potensi akademik dan kontribusi ke depan. Kamu bisa fokus menonjolkan prestasi akademik, riset, dan kegiatan sosial yang pernah diikuti.
Apakah lebih baik fokus mengasah tes skolastik atau persiapan wawancara dulu?
Keduanya penting, namun prioritaskan tes skolastik lebih awal karena jadwalnya yang fixed. Setelah itu, tingkatkan kemampuan wawancara agar siap saat tahap selanjutnya.
Bagaimana cara menyusun esai yang tidak terkesan klise?
Berusaha unik dengan menceritakan pengalaman personal dan visi kontribusi yang spesifik supaya esai terasa orisinal dan kuat, bukan hanya teori yang umum.
Apakah LGD wajib di setiap seleksi LPDP?
Tidak selalu. LGD hanya ada pada beberapa jenis seleksi tergantung skema beasiswa yang dituju. cek informasi resmi supaya tidak kaget.
Bolehkah mendaftar ulang jika gagal di satu gelombang?
Bisa, asalkan memenuhi persyaratan pendaftaran di gelombang berikutnya dan melakukan perbaikan pada aspek yang kurang selama seleksi sebelumnya.
Ringkasan
Memahami tahapan seleksi, komponen penilaian, dan pola seleksi beasiswa kaltim tuntas sangat penting untuk merancang strategi persiapan yang efektif. Mulai dari registrasi dan administrasi yang rapi, melatih diri menghadapi tes bakat skolastik, menyusun esai yang berkualitas, hingga mampu komunikasi optimal saat wawancara adalah rangkaian proses yang harus dijalani dengan konsisten dan persiapan matang.
Persiapkan dirimu secara sistematis dan jangan ragu untuk memperdalam pengetahuan menggunakan sumber yang kredibel seperti jadi beasiswa. Ingat, ketekunan dan strategi yang tepat akan membuka jalanmu untuk meraih beasiswa LPDP hingga kelulusan tuntas dengan hasil membanggakan.




