Tahapan seleksi LPDP : jangan gugur konyol di sini!
tahapan seleksi LPDP

Daftar Isi

Konsultasi Beasiswa
Masih bingung mulai dari mana? Konsultasikan rencana beasiswamu dan dapatkan arahan yang jelas sejak awal.
Artikel Terbaru

Tahapan seleksi lpdp adalah – informasi krusial yang menentukan strategi kamu sejak hari pertama mendaftar sampai benar-benar dinyatakan lolos sebagai penerima beasiswa. Di tengah persaingan beasiswa bergengsi seperti LPDP, AAS, Chevening, maupun Erasmus, memahami alur seleksi secara teknis bukan lagi sekadar “nice to know”, tetapi “must know” agar kamu tidak tersingkir hanya karena kelalaian administratif atau salah strategi saat tes.

Untuk LPDP 2026, terutama Tahap 1, mekanisme seleksi bukan hanya menguji kemampuan akademik dan potensi kepemimpinan, tetapi juga kedisiplinan administrasi, konsistensi rencana studi, serta relevansi kontribusi kamu terhadap sektor strategis nasional.

tahapan seleksi LPDP
Sumber Gambar : potensiq.com

Dengan jadwal yang sudah berjalan sejak 22 Januari 2026 dan berakhir di pengumuman final 22 Juni 2026, setiap hari sebenarnya adalah “tahap seleksi” yang diamati oleh sistem, dokumen, hingga pewawancara. Baca Juga beasiswa prasejahtera lpdp dari keluarga pra-sejahtera ke kampus impian tanpa ord

Di artikel ini, kita akan membedah satu per satu tahapan seleksi LPDP 2026 secara runtut, teknis, dan strategis: apa yang terjadi di balik layar, apa yang dinilai, kesalahan-kesalahan klasik yang sering membuat kandidat gugur, serta bagaimana memaksimalkan peluang di setiap tahap. Tujuannya sederhana: kamu tidak hanya tahu harus mengerjakan apa, tetapi juga mengerti mengapa itu penting dan bagaimana cara melakukannya dengan standar yang layak penerima beasiswa nasional.

Gambaran Besar Tahapan Seleksi LPDP 2026

Sebelum masuk ke detail teknis tiap tahap, penting untuk memetakan dulu alur besarnya. Untuk LPDP 2026 Tahap 1, alurnya adalah sebagai berikut:

  1. Pendaftaran seleksi
  2. Seleksi administrasi
  3. Pengumuman hasil administrasi
  4. Pengajuan sanggah
  5. Pengumuman hasil sanggah
  6. Seleksi bakat skolastik
  7. Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik
  8. Seleksi substansi
  9. Pengumuman hasil seleksi substansi (final)
  10. Perkuliahan dimulai (intake paling cepat)

Meski terlihat linear, secara praktik kamu perlu mempersiapkan beberapa tahap secara paralel. Misalnya, esai dan rencana studi sudah harus matang sejak pendaftaran, padahal dampaknya terbesar baru terasa saat seleksi substansi. Atau, pemahaman isu strategis nasional yang akan sangat diuji pada wawancara, seharusnya mulai kamu latih bahkan sebelum unggah dokumen.

Secara jadwal resmi untuk LPDP 2026 Tahap 1, alurnya adalah:

  • Pendaftaran seleksi: 22 Januari – 23 Februari 2026
  • Seleksi administrasi: 24 Februari – 12 Maret 2026
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 13 Maret 2026
  • Pengajuan sanggah: 14 – 17 Maret 2026
  • Pengumuman hasil sanggah: 10 April 2026
  • Seleksi bakat skolastik: 15 – 28 April 2026
  • Pengumuman hasil seleksi bakat skolastik: 30 April 2026
  • Seleksi substansi (wawancara, verifikasi, AKI): 4 Mei – 12 Juni 2026
  • Pengumuman hasil substansi (final): 22 Juni 2026
  • Perkuliahan paling cepat: Juli 2026

Perubahan Skema LPDP 2026: Kenapa Cara Mainnya Beda?

Salah satu hal paling penting untuk dipahami pada LPDP 2026 adalah perubahan skema beasiswa. Ini tidak sekadar kosmetik istilah, tetapi mengubah cara kamu harus memposisikan diri sebagai kandidat.

Dari “Program Beasiswa” ke “Minat Studi & Industri Strategis”

Sebelumnya, LPDP membagi beasiswa dalam kategori besar seperti beasiswa umum, afirmasi, dan targeted, dengan sub skema yang lebih detail (misalnya daerah tertinggal, putra putri Papua, PNS, dan sebagainya).

Mulai 2026, kerangka berpindah menjadi:

  • Berbasis minat studi
  • Berbasis kontribusi pada industri dan sektor strategis nasional

Artinya, fokus utama bukan hanya “kamu dari kelompok apa”, tetapi “kamu mau belajar apa” dan “bagaimana itu akan berdampak pada sektor prioritas Indonesia”.

Afirmasi tetap ada, tetapi masuk sebagai latar belakang dan kriteria pendaftar, misalnya:

  • Pendaftar dari daerah tertinggal
  • Pendaftar dari keluarga prasejahtera
  • Penyandang disabilitas
  • Putra putri Papua dan Papua Barat
  • Aparatur sipil negara, TNI, Polri

Konsekuensinya:

  1. Esai dan rencana studi kamu harus sangat spesifik mengaitkan:
    • Bidang studi yang kamu ambil
    • Kebutuhan sektor strategis nasional
    • Kontribusi konkret yang akan kamu lakukan setelah lulus
  2. Sekadar “ingin kuliah di luar negeri” atau “meningkatkan kapasitas diri” tidak akan cukup. Panelis akan mencari argumen berbasis data: tren industri, kebutuhan SDM, peta masalah sektor, dan bagaimana posisimu di ekosistem itu.
  3. Untuk pendaftar afirmasi, status afirmasi menjadi nilai tambah, tetapi tidak menggantikan kualitas rencana studi dan kesiapan akademik. Artinya tetap harus kuat di dua sisi: teknis dan narasi kontribusi.

Jika kamu serius, langkah minimal yang perlu dilakukan:

  • Baca kebijakan umum dan informasi beasiswa di laman resmi LPDP, terutama bagian prioritas bidang studi dan sektor strategis.
  • Cocokkan dengan latar belakang akademikmu dan rencana karier.
  • Jangan asal memilih jurusan hanya karena populer atau branding kampusnya tinggi, tetapi cek juga relevansinya terhadap kebutuhan Indonesia 10 sampai 20 tahun ke depan.

Tahap Pendaftaran dan Seleksi Administrasi

Tahap 1: Pendaftaran Seleksi LPDP 2026

Periode: 22 Januari – 23 Februari 2026

Secara teknis, pendaftaran adalah gerbang pertama yang memfilter kandidat berdasar kepatuhan dan ketelitian. Di sinilah banyak kandidat yang sebenarnya cerdas gugur karena salah unggah, dokumen kedaluwarsa, atau tidak membaca ketentuan sampai tuntas.

Apa yang Wajib Dilakukan di Tahap Pendaftaran?

  1. Membuat akun dan mengisi data dengan konsisten
    Kamu wajib membuat akun pada sistem pendaftaran terintegrasi LPDP melalui laman resmi. Data pribadi, data pendidikan, pengalaman kerja, dan prestasi harus diisi secara runtut dan konsisten dengan dokumen pendukung.

Hal yang sering luput:
– Nama di akun, KTP, paspor, dan ijazah tidak sama persis (beda huruf, gelar, atau ejaan).
– Riwayat pendidikan tidak diisi lengkap atau tidak sinkron dengan transkrip.
– Pengalaman organisasi atau kerja diisi berlebihan tapi tidak tercermin dalam CV atau surat rekomendasi.

  1. Mengunggah dokumen persyaratan
    Dokumen umumnya mencakup:
  • KTP dan/atau paspor
  • Ijazah dan transkrip nilai
  • Bukti IPK, misalnya:
    • Untuk program Doktor, IPK minimal 3,25 dari skala 4,00 (kecuali ada kebijakan khusus skema tertentu)
  • Surat rekomendasi dari dosen, atasan, atau tokoh yang relevan
  • Letter of Acceptance (LoA) jika sudah punya, terutama LoA Unconditional
  • Dokumen pendukung afirmasi (surat keterangan domisili daerah tertinggal, SK PNS, bukti prasejahtera, dokumen disabilitas, dan sebagainya)
  • Sertifikat kemampuan bahasa jika disyaratkan untuk negara atau kampus tertentu

Yang perlu kamu perhatikan secara taktis:

  • Cek masa berlaku semua dokumen, terutama paspor dan sertifikat bahasa. Jangan menunggu masa berlaku tinggal beberapa minggu saat unggah.
  • Pastikan semua dokumen yang diwajibkan legalisir sesuai ketentuan. Beberapa skema mengharuskan legalisir terbaru, bukan legalisir lama.
  • Format dan ukuran file harus sesuai dengan panduan di booklet LPDP.
  1. Menyusun esai dan rencana studi (study plan)
    Secara seleksi, esai adalah “wajah pikiran” kamu. Di sini LPDP melihat:
  • Kejelasan tujuan studi
  • Konsistensi antara latar belakang dan rencana ke depan
  • Relevansi kontribusi ke Indonesia
  • Kedewasaan berpikir dan kemampuan memetakan masalah

Strategi teknis:

  • Gunakan struktur yang jelas: latar belakang persoalan, posisi kamu, rencana studi, dan rencana kontribusi.
  • Kaitkan minat studi dengan isu atau kebutuhan spesifik sektor strategis.
  • Hindari pernyataan generik seperti “ingin memajukan bangsa” tanpa contoh konkrit.
  1. Khusus Beasiswa Kerjasama Khusus (misalnya Kader Ulama)
    Beberapa skema kerjasama memiliki persyaratan spesifik (misalnya sudah memiliki LoA Unconditional dan dapat pengecualian tes bakat skolastik). Baca dengan teliti panduan skema masing-masing, jangan mengandalkan asumsi umum LPDP saja.

Taktik penting: jangan mendaftar di minggu terakhir. Sistem bisa padat dan kamu tidak punya waktu untuk memperbaiki dokumen jika ada yang keliru.

Tahap 2: Seleksi Administrasi

Periode: 24 Februari – 12 Maret 2026

Seleksi administrasi adalah filter formal yang mengecek, dalam bahasa sederhana: “Apakah kamu secara dokumen layak masuk ke tahapan tes berikutnya?”

Yang dinilai di sini bukan seberapa pintar kamu, tetapi seberapa patuh dan rapi kamu mengikuti aturan.

Apa Saja yang Dicek?

  1. Kesesuaian dengan persyaratan umum
    • Kewarganegaraan Indonesia
    • Usia maksimal sesuai jenjang dan skema beasiswa
    • Latar belakang pendidikan sesuai dengan program yang dituju
    • IPK memenuhi batas minimum
  2. Kelengkapan berkas
    • Semua dokumen wajib ada, sesuai daftar di booklet resmi
    • Dokumen harus jelas terbaca, tidak terpotong, dan sesuai format
    • Dokumen legalisir lengkap bila diwajibkan
  3. Konsistensi data
    • Nama, tempat dan tanggal lahir, nomor dokumen, riwayat pendidikan harus konsisten di seluruh dokumen
    • Informasi yang diisi di sistem sama dengan yang tercantum di dokumen fisik
  4. Keabsahan dokumen afirmasi
    • Untuk pendaftar dengan kekhususan afirmasi, dokumen pendukung iman harus valid, berasal dari instansi yang berwenang, dan sesuai periode yang diminta.

Kesalahan Teknis yang Sering Menyebabkan Gugur

  • IPK di bawah ketentuan tetapi tetap memaksa mendaftar tanpa ada jalur khusus yang relevan.
  • Surat rekomendasi terlalu umum, tidak jelas kepada siapa ditujukan, dan seolah copy paste.
  • Dokumen unggahan blur atau terpotong.
  • Masa berlaku paspor dan sertifikat bahasa habis sebelum masa studi yang direncanakan.
  • Tidak memperhatikan format nama yang sama di semua dokumen.

Hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 13 Maret 2026. Di sinilah kamu baru tahu apakah lolos ke tahap berikutnya atau tidak.

Tahap Sanggah dan Bakat Skolastik
Sumber Gambar : www.uph.edu

Tahap Sanggah dan Bakat Skolastik

Tahap 3: Pengajuan Sanggah

Periode: 14 – 17 Maret 2026
Pengumuman hasil sanggah: 10 April 2026

Pengajuan sanggah sering disalahpahami sebagai kesempatan untuk “mengunggah ulang” atau “melengkapi” dokumen. Padahal, secara kebijakan, sanggah adalah:

  • Ruang klarifikasi jika kamu merasa terjadi kekeliruan penilaian terhadap dokumen yang sudah kamu unggah.
  • Bukan jalur untuk mengganti atau menambah dokumen baru yang sebelumnya belum diunggah.

Bagaimana Menggunakan Hak Sanggah secara Strategis?

  1. Baca dulu alasan ketidaklolosan dengan teliti
    Sistem biasanya memberikan informasi atau kategori penyebab. Jangan langsung emosional, pastikan kamu benar-benar memahami poin yang dipermasalahkan.
  2. Ajukan klarifikasi yang objektif, bukan emosional
    Sanggahan yang kuat berisi:
    • Penjelasan logis, singkat, dan spesifik.
    • Rujukan ke dokumen yang sudah diunggah.
    • Bukan sekadar keluhan “saya layak, mengapa tidak diterima”.
  3. Jangan mengarang data baru
    Panel administrasi akan melihat apakah klarifikasi kamu realistis dan konsisten dengan berkas yang ada. Jika kamu mencoba “menggiring” tanpa dasar, itu justru memperkuat alasan penolakan.

Jika sanggahan diterima, kamu akan lanjut ke tahap Tes Bakat Skolastik sesuai pengumuman 10 April 2026. Jika tidak, berarti siklus LPDP 2026 Tahap 1 berakhir di sini dan kamu bisa mengatur strategi untuk Tahap 2.

Tahap 4: Seleksi Bakat Skolastik (TBS/SBS)

Periode: 15 – 28 April 2026
Pengumuman hasil: 30 April 2026

Seleksi bakat skolastik adalah tahap tes kemampuan kognitif yang mengukur kesiapan akademik dan logika berpikir. Dalam beberapa sumber disebut Tes Bakat Skolastik (TBS) atau Seleksi Bakat Skolastik (SBS).

Tes ini umumnya mengukur:

  • Kemampuan verbal
  • Kemampuan numerik
  • Penalaran logis
  • Pemahaman bacaan dan pemecahan masalah

Untuk beberapa skema tertentu, misalnya beasiswa kerjasama khusus dengan LoA Unconditional tertentu, peserta dapat dikecualikan dari tahap ini sesuai kebijakan.

Hal Teknis yang Sangat Krusial

  1. Wajib mengikuti simulasi resmi
    LPDP mensyaratkan peserta untuk mengikuti simulasi sesuai jadwal yang ditentukan. Banyak peserta yang meremehkan simulasi, padahal ini adalah:
    • Kesempatan untuk mengetahui format dan antarmuka sistem.
    • Cara untuk mengecek kesiapan perangkat, jaringan, dan kondisi teknis lain.
  2. Persiapan konten tes
    Meskipun format resmi bisa berbeda, secara umum kamu dapat berlatih dengan:
    • Soal-soal bakat skolastik mirip Tes Potensi Akademik.
    • Latihan numerik dasar dan logika analitik.
    • Latihan membaca cepat dan menarik kesimpulan dari teks panjang.
  3. Manajemen waktu
    Tes bakat skolastik biasanya menuntut kamu menjawab banyak soal dalam waktu terbatas. Latih dirimu untuk:
    • Tidak terlalu lama di satu soal yang sulit.
    • Memprioritaskan soal yang kamu yakin bisa dikerjakan dulu.
    • Menjaga konsentrasi penuh sepanjang sesi.

Hasil tes ini akan menentukan apakah kamu berhak lanjut ke tahap substansi atau terhenti di sini. Banyak kandidat yang kecewa karena merasa sudah hebat secara akademik, tetapi tidak melatih diri untuk format tes jenis ini.

Tahap Seleksi Substansi dan Strategi Persiapan

Tahap 5: Seleksi Substansi: Wawancara, Verifikasi, dan AKI

Periode: 4 Mei – 12 Juni 2026
Pengumuman akhir: 22 Juni 2026

Seleksi substansi adalah tahap penilaian paling komprehensif. Di sinilah LPDP benar-benar menilai “substansi” dirimu: cara kamu berpikir, nilai yang kamu pegang, konsistensi rencana, dan integritas.

Komponen utamanya meliputi:

  • Verifikasi berkas
  • Wawancara
  • Asesmen Kepribadian dan Integritas (AKI)

Verifikasi Berkas

Pada bagian ini, tim akan memeriksa:

  • Keaslian dokumen
  • Kesesuaian data pada sistem dengan dokumen fisik atau softcopy
  • Kebenaran informasi prestasi, pengalaman, dan rekomendasi

Jika ditemukan ketidaksesuaian besar antara apa yang kamu tulis dan fakta, risikonya serius, tidak hanya gugur, tetapi bisa memengaruhi kesempatan di masa depan.

Wawancara

Wawancara LPDP umumnya menggali:

  1. Motivasi dan tujuan studi
    • Mengapa kamu memilih jurusan dan kampus tersebut
    • Bagaimana relevansinya dengan latar belakangmu
    • Sejauh mana kamu memahami kurikulum dan fokus riset program
  2. Pemahaman isu strategis, nasional dan global
    • Isu yang terkait langsung dengan bidang studi
    • Isu besar nasional yang relevan untuk sektor strategis
    • Cara kamu menganalisis dan mengusulkan solusi, bukan sekadar mengulang berita
  3. Rencana kontribusi jangka pendek dan panjang
    • Apa yang akan kamu lakukan 1 sampai 3 tahun setelah lulus
    • Posisi apa yang ingin kamu ambil di ekosistem profesimu
    • Apa indikasi keberhasilan kontribusimu yang dapat diukur
  4. Riwayat kepemimpinan dan aktivitas sosial
    • Pengalaman memimpin tim, proyek, atau komunitas
    • Cara kamu menyelesaikan konflik atau kegagalan
    • Nilai personal yang kamu tunjukkan dalam praktik, bukan hanya slogan

Taktik wawancara:

  • Pelajari profil LPDP dan prioritas pembangunan Indonesia, termasuk sektor strategis seperti kesehatan, pendidikan, energi, teknologi, dan kemandirian pangan.
  • Siapkan contoh konkret dari pengalamanmu yang menunjukkan inisiatif, ketekunan, dan keberanian mengambil tanggung jawab.
  • Latih jawaban secara lisan, bukan hanya di kepala. Rekam diri sendiri, cek struktur, kejelasan, dan bahasa tubuh.

Asesmen Kepribadian dan Integritas (AKI)

AKI bertujuan mengukur:

  • Konsistensi nilai dan karakter
  • Respons terhadap dilema etika
  • Cara kamu mengambil keputusan dalam situasi sulit
  • Risiko perilaku yang bertentangan dengan nilai integritas

Secara teknis, AKI bisa berbentuk:

  • Tes psikologis berbasis kuesioner
  • Studi kasus atau skenario dilema
  • Pertanyaan lanjutan dalam wawancara yang menguji konsistensi

Strategi menghadapi AKI:

  • Jawab dengan jujur dan konsisten dengan rekam jejak hidupmu. Sistem asesmen kepribadian biasanya bisa mendeteksi pola jawaban yang terlalu dibuat-buat.
  • Refleksikan pengalaman yang pernah kamu alami terkait kejujuran, konflik kepentingan, atau tekanan untuk melanggar aturan.
  • Jangan berusaha tampil sempurna tanpa cela. Panel lebih menghargai kandidat yang sadar pernah salah, tetapi bisa menjelaskan bagaimana ia belajar dan berubah.

Pada akhir tahap substansi, penilaian dari berbagai komponen ini akan digabungkan untuk menentukan apakah kamu layak menjadi penerima beasiswa. Keputusan final akan diumumkan pada 22 Juni 2026.

Strategi Menyusun Timeline Persiapan Berdasarkan Tahapan

Agar tidak kewalahan, kamu bisa membagi persiapan menjadi blok waktu yang realistis:

  1. Sebelum dan selama pendaftaran (Desember 2025 – Februari 2026)
    Lengkapi dokumen dasar: paspor, sertifikat bahasa, transkrip, surat rekomendasi.
    Susun dan revisi esai serta rencana studi beberapa kali.
    Konsultasikan pilihan jurusan dan kampus dengan mentor, dosen, atau profesional di bidangmu.
  2. Menjelang dan selama seleksi administrasi (Februari – Maret 2026)
    Pastikan tidak ada revisi data yang terlambat.
    Simpan semua bukti unggah dan dokumen di folder rapi.
    Persiapkan mental untuk dua skenario: lolos dan tidak lolos.
  3. Menjelang Tes Bakat Skolastik (Maret – April 2026)
    Intensifkan latihan TBS, minimal beberapa sesi per minggu.
    Ikuti simulasi resmi dan cek kesiapan perangkat.
    Perbaiki manajemen waktu saat mengerjakan soal.
  4. Menjelang Seleksi Substansi (April – Mei 2026)
    Perdalam isu strategis sesuai bidangmu.
    Latihan wawancara, baik sendiri ataupun dengan teman/mentor.
    Refleksikan pengalaman hidupmu terkait kepemimpinan dan integritas.

Dengan pendekatan seperti ini, kamu tidak hanya “mengejar jadwal”, tetapi membangun kapasitas bertahap sesuai kebutuhan tiap tahap. Baca Juga beasiswa prasejahtera lpdp dari keluarga pra-sejahtera ke kampus impian tanpa ord

Perjalanan di setiap tahapan seleksi LPDP memang panjang, teknis, dan menuntut disiplin tinggi, tetapi justru di situlah nilai tambahnya: hanya mereka yang serius, terstruktur, dan konsisten yang akan sampai ke garis akhir. Jika kamu membaca alur di atas dengan teliti, akan terlihat jelas bahwa setiap tahap sebenarnya bisa dipersiapkan dari jauh hari, bukan dikejar mendadak ketika pengumuman membuka tahap berikutnya.

Kuncinya adalah dua hal: paham mekanisme, lalu bergerak strategis. Pahami kebijakan baru LPDP 2026 yang menekankan minat studi dan kontribusi pada sektor strategis, susun dokumen tanpa cela, latih diri untuk tes bakat skolastik, lalu perkuat wawasan dan karakter untuk seleksi substansi. Kamu tidak harus sempurna, tetapi kamu perlu sungguh-sungguh menunjukkan bahwa beasiswa ini akan bertransformasi menjadi dampak nyata setelah kamu lulus.

Jika di Tahap 1 hasilnya belum sesuai harapan, jadikan itu data untuk menyusun strategi baru di Tahap 2 atau siklus berikutnya. Banyak penerima LPDP yang baru lolos setelah percobaan kedua bahkan ketiga, dan hampir semuanya sepakat bahwa pemahaman detail tahapan seleksi adalah titik balik keberhasilan mereka.

Mulailah dari hari ini: cek dokumen, rapikan rencana studi, dan latih cara kamu menjelaskan kontribusi masa depan. Setiap jam yang kamu investasikan sekarang, adalah peluang tambahan untuk melihat namamu di pengumuman final 22 Juni nanti atau di gelombang berikutnya.

Sumber Referensi :
  • NEWS.DETIK.COM – LPDP 2026 Tahap 1: Jadwal Seleksi dan Hal-hal Baru yang Perlu Diketahui
  • LPDP.KEMENKEU.GO.ID – Kebijakan Umum Beasiswa LPDP
  • LPDP.KEMENKEU.GO.ID – Pendaftaran Beasiswa LPDP
  • CNBCINDONESIA.COM – LPDP Tahap I Tahun 2026 Dibuka, Catat Syarat Terbaru Peserta

Program Value Jadi Beasiswa 2025

“Value Tanpa Batas, Kerjakan Sampai Tuntas, Dijamin Hasil Puas”

Cover JadiBeasiswa
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiBeasiswa: Temukan aplikasi JadiBeasiswa di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiBeasiswa Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELLPDP” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES128”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Ayoo Download Aplikasi JadiBeasiswa karena banyak sekali yang bisa kamu dapatkan agar kalian CEPAT TERLATIH dengan Soal soal LPDP 2025!!!

  • Dapatkan ribuan soal lpdp 2025 dengan pembahasan yang mudah dipahami, berupa video dan teks
  • Live Class Gratis (Berlajar Bareng lewat Zoom)
  • Materi-materi lpdp 2025
  • Ratusan Latsol lpdp 2025
  • Puluhan paket Simulasi lpdp 2025
  • dan masih banyak lagi yang lainnya

Mau berlatih Soal-soal LPDP 2025? Ayoo segera Masuk Grup Latihan Soal-soal LPDP 2025 Sekarang juga!!